Jembatan di Kalirejo ‘Miring’, Hasil Bumi Warga Terancam Tak Terjual

Derasnya aliran sungai membuat salah satu pondasi jembatan berlubang. Ditambah tingginya curah hujan semakin mempersulit warga melintas di jalan tersebut. (Mozes)

Lampung Tengah – Akibat diguyur hujan deras, jembatan Way Waya yang ada di Kampung Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, kabupaten Lampung Tengah mengalami kerusakan. Dimana salah satu pondasi jembatan tergerus arus sungai hingga bandan jembatan miring.

Selain itu, hampir satu kilometer jalan menuju jembatan yang dibangun 2002 silam pun rusak parah. Sutarno (45) salah seorang warga setempat mengungkapkan, Jembatan Way Waya merupakan akses yang menghubungkan beberapa kampung diantaranya kampung Poncowarno dan Purwodadi.

Jika Jembatan ini mengalami kerusakan dan tidak bisa dilintasi warga, tentunya akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Sebab, masyarakat akan terkendala saat ingin mengeluarkan hasil pertaniannya untuk dijual.

“Masyarakat disini rata-rata petani mas. Kalau Jembatan ini tidak bisa dilintasi tentunya warga tidak bisa membawa hasil pertaniannya. Karena jembatan ini sarana utama warga untuk beraktivitas di Dua kampung tersebut dan ini juga salah satu jalan alternatif yang menghubungkan antar kecamatan terdekat,” keluh Sutarno kepada media, Senin (27/11/2017)

Ia mengatakan, bahwa Jembatan itu mengalami kerusakan se­jak beberapa tahun ini. Kerusakan jembatan juga disebabkan beban kendaraan truk yang melintas muatannya melebihi kapasitas dan tidak sesuai dengan tonase.

“Mobil warga yang muat kelapa sawit se­tiap hari melintas di desa ini. Kalau rusaknya sudah lama. Karena musim hujan jadi jembatan ini rusaknya semakin parah akibat tergerus oleh derasnya arus air sungai,” ungkapnya.

Senada juga dikeluhkan Holdin S.Pd.I., yang menjabat sebagai Kepala Kampung Purwodadi. Ia menerangkan, keberadaan Jembatan Way Waya sangatlah penting bagi warga sekitar, karena salah satu akses jalan saat warga ingin membawa hasil pertaniannya sehari-hari.

“Karena kondisi jalan rusak parah masyarakat harus berhati-hati saat melewati jalan tersebut. Harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, di 2018 jalan dan jembatan yang rusak ini bisa dianggarkan untuk diperbaiki. Karena dengan jalan yang mulus menjadikan denyut nadi pergerakan ekonomi warga bisa berjalan dengan baik dan lancar,” tutupnya. (Mozes)

Redaksi TabikPun :