Tabikpun.com – Tour Badut Keliling adalah tur perdana dari Dbatlayar, tur ini sekaligus mempromosikan lagu terbaru mereka yang berjudul Badut Baru. Dbatlayar adalah grup vokal kakak beradik yang beranggotakan dua orang, yaitu Dave dan Joy. Setiap anggota akan memainkan sebuah alat musik dan bernyanyi.
Tour Badut Keliling diselenggarakan di 5 kota Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Makassar, Surabaya, dan Jakarta. Jakarta menjadi kota terakhir dari rangkaian Tour Badut Keliling, tepatnya diselenggarakan di Museum Mandiri, Kota Jakarta Barat pada Sabtu, 21 Desember 2024 pukul 19.00 – 21.00 WIB.
Saya hadir dalam tur ini sebagai ‘plus one’ dari kakak saya, pemenang Giveaway Ticket by Telkomsel melalui Instagram. Sebagai plus one, saya turut merasakan benefit yang sama dengan kakak yaitu ikut serta dalam Meet and Greet bersama Dbatlayar hingga mendapatkan bingkisan istimewa dari Telkomsel.
Jika tidak memenangkan giveaway, Anda bisa membeli tiket secara online atau on the spot dengan harga Rp50.000. Penonton akan mendapatkan kopi dan kartu perdana Telkomsel ketika menukarkan tiket pada bagian luar venue.
Perjalanan Menuju Museum Mandiri
Saya akan menceritakan perjalanan menuju Museum Mandiri menggunakan transportasi umum yaitu Commuter Line (krl) dan taksi online. Perjalanan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, dimulai dari menyiapkan barang-barang yang akan dibawa selama konser seperti payung, air mineral, mengemas bekal, dan menyiapkan pakaian yang akan dikenakan.
Kemudian, pukul 14.00 WIB memesan taksi online dengan tujuan Stasiun Serpong, yang berjarak 10 km dari rumah. Waktu yang ditempuh selama 30-50 menit, mencakup waktu menunggu driver dan terjebak macet di area sekitar stasiun. Rute krl dari Stasiun Serpong menuju Stasiun Jakarta kota perkiraan memakan waktu 90 menit, rute perjalanan dibagi menjadi 3 bagian yaitu Stasiun Serpong, Tanah Abang, dan Manggarai.
Bagian pertama, melalui stasiun Serpong, 15.15 kereta berangkat dari stasiun Serpong dengan tujuan Tanah Abang dengan menempuh jarak 24,278 km dengan estimasi waktu 34 menit. Rute ini melewati 7 stasiun seperti Rawa Buntu, Sudimara, Jurang Mangu, Pondok Ranji, Kebayoran, Palmerah, dan Tanah Abang.
Bagian kedua yaitu di Tanah Abang, kami berganti kereta dengan tujuan Stasiun Manggarai, kondisi peron ini ramai pengunjung mungkin karena malam ini adalah malam minggu. Rute Tanah Abang dengan tujuan Manggarai menempuh jarak 6,026 km dengan waktu tempuh selama 13 menit.
Rute ini melewati 4 stasiun yaitu stasiun Karet, Sudirman Baru (BNI City), Sudirman, dan Manggarai. Setelah tiba di stasiun Manggarai, kami berjalan menuju lantai 3, tepatnya peron dengan tujuan Jakarta Kota.
Bagian ketiga atau rute terakhir dengan berangkat dari stasiun Manggarai menuju Jakarta Kota. Rute ini memakan waktu selama 20 menit dengan melewati 7 stasiun seperti Cikini, Godongdia, Juanda, Sawah Besar, Mangga Besar, Jayakarta, dan Jakarta Kota. Rute ini melewati stasiun-stasiun dengan arsitektur bergaya Belanda.
Kami tiba di stasiun Jakarta kota pukul 16.40, lalu kami berjalan menuju musholla untuk menunaikan sholat ashar sekaligus beristirahat. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki keluar dari stasiun jakarta kota menuju Museum Mandiri yang berjarak 250m atau kita bisa berjalan kaki selama 5 menit.
Sesampainya di sana pukul 17.45, kami masuk melalui pingu utama Museum Mandiri sehingga melewati bagian dalam museum. Venue Tour Badut Keliling berada bagian tengah museum, namun berada di gedung yang berbeda dengan pintu utama sehingga harus berjalan menuju seberang melalui koridor. Suasana lorong tampak sepi karena kami tiba lebih awal.
Benefit sebagai plus one dari pemenang Giveaway Ticket by Telkomsel
Sesampainya di venue, kami belum bisa masuk karena masih dalam waktu persiapan. Tak lama kemudian Dbatlayar berjalan melewati kami menuju area konser untuk soundcheck, terdengar alunan musik dari ruangan tersebut.
Sekitar pukul 18.10 sudah mulai open gate, namun kami tidak bisa masuk ke dalam venue karena diarahkan untuk mengikuti Meet and Greet bersama Dbatlayar dan pemenang Giveaway Ticket by Telkomsel lainnya. Meet and Greet ini memberikan kesempatan bagi penggemar untuk berkomunikasi secara langsung dengan mereka.
Kakakku lah penggemar sesungguhnya, aku adalah ‘plus one’ yang menemani kakakku untuk menonton konser ini. Perlakuan yang aku dapat sama dengan kakakku dan pemenang lainnya yaitu service dari Dbatlayar dan manajer yang ramah kepada kami.
Dbatlayar membuka percakapan dan suasana menjadi cair. Mereka juga berusaha untuk menghafal nama-nama kami, ini sangat berkesan. Sesi ini ditutup dengan foto bersama. Kemudian, kami diarahkan menuju venue tur yang berada diruangan sebelah.
Kami dihampiri oleh crew, lalu diberikan tiket masuk dan memberi penjelasan kepada kami mengenai benefit yang akan didapatkan. Kemudian, kami keluar venue untuk menukarkan tiket pada stand kopi (merek Teras Kopi) dan diberikan kartu perdana dari Telkomsel. Telkomsel dan Mandiri Taspen menjadi sponsor konser ini.
Lalu, kami kembali ke venue, berjalan menuju area depan panggung dan menikmati konser. Konser berlangsung hampir dua jam, hingga pukul 21.00 WIB. Dbatlayar menyanyikan 10 lagu, terdiri dari 6 lagu miliknya dan 4 lagu milik penyanyi lain.
Sepanjang konser, Dbatlayar membangun interaksi dengan penggemar, mengajak penggemar bernyanyi bersama dan berduet dengan seorang penonton. Mayoritas penggemar berusia dewasa dengan jumlah terbatas, berhasil menciptakan suasana tenang dan intimate.
Permainan lampu berkontribusi dalam membangun suasana yang sendu. Di tengah penampilan, Dbatlayar menyisihkan waktu untuk memperkenalkan anggota band pengiring sekaligus menjadi ajang unjuk gigi bagi mereka, terasa vibes kekeluargaan diantara mereka.
Hal ini mampu membakar semangat audiens yang hadir. Sayangnya ini adalah kota terakhir dari rangkaian Tour Badut Keliling di tahun 2024, namun konser ini tetap berkesan dihati penggemarnya. Konser ditutup dengan hangat dengan interaksi yang semakin dalam.
Pukul 20.45 konser berakhir, lampu dinyalakan, Dbatlayar melakukan sesi foto bersama penggemar. Setelah itu, para penonton berebut untuk berfoto bersama Dbatlayar. Kami berkesempatan untuk berfoto bersama Dbatlaya.
Saya dan kakak bergantian dalam memotret satu sama lain bersama Dave dan Joy. Setengah jam kemudian, kami meninggalkan venue, berjalan kaki menuju Stasiun Jakarta Kota, melewati lapangan sekitar stasiun yang dipenuhi karpet sewaan. Lapangan tersebut ramai dikunjungi pengunjung yang bertujuan untuk menghabiskan malam minggu di Kota Tua.
Perjalanan Pulang dari Konser
Rute krl dari stasiun Jakarta Kota ke stasiun Serpong perkiraan memakan waktu 95 menit dan dibagi menjadi tiga bagian dengan rincian berikut, rute Jakarta kota line, Tanah Abang, dan Rangkasbitung Line. Pertama, rute Jakarta Kota tujuan Manggarai, melewati 7 stasiun seperti Jayakarta, Mangga Besar, Sawah Besar, Juanda, Godongdia, Cikini, dan Manggarai yang memakan waktu sekitar 24 menit.
Kemudian transit dan berganti peron di stasiun Manggarai dengan tujuan Tanah Abang. Kedua, rute dengan tujuan Tanah Abang melewati 4 stasiun seperti Sudirman, Sudirman Baru (BNI City), Karet, dam Tanah Abang memakan waktu sekitar 12 menit. Sesampainya di Tanah Abang, kami berpindah ke peron dengan kereta tujuan Serpong atau Rangkasbitung.
Rute ini melewati 6 stasiun seperti Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Rawa Buntu, dan Serpong. Ketika kereta tiba Stasiun Serpong, kami memesan taksi online dengan tujuan ke rumah dan sampai di rumah sekitar pukul 23.30 WIB.
Tour Badut Keliling menjadi salah satu perjalanan yang paling berkesan bagi saya karena menjadi konser pertama yang saya datangi. Terkagum dengan keramahan Dbatlayar, suasana konser yang tenang, dan lagu-lagu yang easy listening mampu menarik perhatian dan meninggalkan kesan baik bagi penggema ataupun non penggemar.
Service dari promotor baik kepada penggemar dan tamu undangan menjadi poin plus dari konser ini. Saya akan membagikan beberapa tips menggunakan transportasi umum, seperti melakukan riset mengenai kendaraan apa saja yang bisa digunakan.
Dua, buatlah estimasi waktu pada catatan, hal ini dapat meminimalisir keterlambatan. Tiga, pastikan barang bawaan tetap aman dengan memeriksanya secara berkala. Terakhir, jika Anda ragu pada rute yang dipilih, tanyakan pada petugas yang berjaga.
Penulis: Prasasti Sekar Kinasih
NIM: J1401231009