Kunjungi Lamteng, Komisi D Bantul Study Kesehatan, Pendidikan, dan Tenaga Kerja

Komisi D DPRD Batul Studi tenaga kerja, kesehatan, dan pendidikan di Lampung Tengah. (Mozes)

Lampung Tengah – Pemkab Lampung Tengah (Lamteng) menerima kunjungan Studi Komparasi Komisi D DPRD Bantul, Rabu (28/3/2018).  Dalam kunjungan perbandingan tersebut pihak DPRD ingin melihat sistem pemerintah daerah terkait ketenaga kerjaan, kesehatan dan pendidikan.

Ketua Komisi D Bantul Predi mengatakan, kedatangan ke Lampung Tengah ingin mengetahui program Pemerintah Daerah Lampung Tengah yang nantinya akan jadi pembanding di Bantul. Seperti Rumah Sakit Demang Sepulau Raya yang menggratiskan pasien untuk berobat bagi warga Lampung Tengah hanya rekomendasi Kepala kampung dan camat yang dinilainya sangat baik sekali.

”Selain itu tenaga kerjaan, kami lihat disini ada pelatihan pemuda untuk dijadikan wirausaha yang mandiri yang dilatih Dinas Tenaga Kerja. Ini bagus juga. Kita melihat kultur Lampung Tengah yang mayoritas pendatang suku Jawa capai 60% sehingga kita lakukan studi karena adanya kesamaan penduduknya dengan Bantul bisa menjadi  acuan kita,” jelas dia.

Sedangkan terkait BPJS, melihat kabupaten ini sangat luas pastinya banyak kendala dalam penanganan. Hal itu yang ingin dipelajari, apakah Pemkab Lamteng mananggung biaya untuk rumah sakit daerah.

”Sedangkan terkait pendidikan dan kebudayaan kita melihat banyak aneka ragam suku. Bagaimana upaya melestarikan budaya tersebut,” jelas dia.

Sementara plt Kadis Kesehatan Chairul Usman mengatakan, puskesmas merupakan ujung tombak untuk mengatasi pelayanaan kesehatan. Dan bila tidak bisa di tangani puskemas, barulah merujuk ke rumah sakit daerah, selain itu banyak klinik dan rumah sakit swasta.

”Namun kita juga harus belajar dari Bantul terkait rumah sakit daerah. Menurut mereka dalam satu hari jumlah pasien capai 700 orang yang berobat, kita perlu sekali untuk belajar. Kalau Rumah Sakit Demang masih belum maksimal, dari 130 kamar yang tersedia baru 40% saja dalam sehari,” bebernya.

Sementara plt Kadis Pendidikan Lamteng Rosidy menjelaskan, program kebudayaan sangat beragam dan tiap tahun diadakan Festifal, seperti ogoh-ogoh, seni tari dari kolaborasi Lampung Jawa dan lainya. ”Sedangkan untuk Pemerintah Daerah ada festival Kopiah Mas yang selalu kita siapkan,” bebernya.

Mewakili plt Bupati Lamteng, Asisten II Usman Nahrawi mengatakan, dengan adanya studi ini diharapkan akan menambah dekat antara Pemerintah Daerah Lamteng dan Kabupaten Bantul. ”Sedangkan kekurangan dan kelebihan masing-masing bisa menjadi acuan kita bersama,” tutupnya. (Adv)

Redaksi TabikPun :