Dalam sambutannya Ketua Penyelenggara Zarneti mengatakan, pendidikan Agama Islam perlu dikembangkan untuk memupuk kerohanian anak sejak dini. Dalam bimbingan ini pihaknya melibatkan para guru agama islam yang ada di Kabupaten Lampura.
“Pelatihan untuk guru pendidikan agama islam SD se-Lampura dengan sasaran peserta didik SD, guru agama islam. Diharapkan berangsur-angsur menuntaskan buta aksara Al Quran,” kata Zarneti.
Ia menambahkan, sebanyak 250 peserta mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari guru agama islam se Lampung Utara, dan sebagian besar yang ikut ialah guru honorer.
Ditempat yang sama Syahrullah HAQ, selaku autor metode Al-fath, mengatakan, banyak metode atau cara dalam mempelajari Al-Quran, seperti yang dikenal dengan turutan dan iqro. Karena perkembangan jaman, metode Al-fath sendiri telah melalui kajian selama 80-an tahun.
Dalam sambutannya Ketua Penyelenggara Zarneti mengatakan, pendidikan Agama Islam perlu dikembangkan untuk memupuk kerohanian anak sejak dini. Dalam bimbingan ini pihaknya melibatkan para guru agama islam yang ada di Kabupaten Lampura.
“Pelatihan untuk guru pendidikan agama islam SD se-Lampura dengan sasaran peserta didik SD, guru agama islam. Diharapkan berangsur-angsur menuntaskan buta aksara Al Quran,” kata Zarneti.
Ia menambahkan, sebanyak 250 peserta mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari guru agama islam se Lampung Utara, dan sebagian besar yang ikut ialah guru honorer.
Ditempat yang sama Syahrullah HAQ, selaku autor metode Al-fath, mengatakan, banyak metode atau cara dalam mempelajari Al-Quran, seperti yang dikenal dengan turutan dan iqro. Karena perkembangan jaman, metode Al-fath sendiri telah melalui kajian selama 80-an tahun.
“Berawal dari sebuah pengamatan selama 85 tahun lalu, kami mengadakan eksperimen ke seluruh Indonesia. Kami akan berikan wawasan terkait membaca Al Quran, dengan cepat. Alhamdulillah ada saudara kita lima kali ikut metode ini saat ini sudah khatam satu kali,” tutupnya. (Adi)