METRO – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Metro mendapat setengah miliar dari hasil lelang kendaraan dinas tak terpakai.
Sebelumnya, Kepala BPKAD Kota Metro, Supriyadi menargetkan Rp 225.011.000 pada lelang aset milik daerah tersebut. Namun saat kerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) setempat, ternyata hasilnya di luar ekspetasi.
“Hari ini ada lot yang kami lelang, itu berupa kendaraan roda dua dan roda empat. Estimasi awal Rp 225 juta lebih. Namun, hasil saat penutupan bisa estimasi Rp 500 jutaan,” kata dia usai pelelangan, Rabu (8/9/2021).
Saat ini, lanjutnya, hanya sisa tiga unit kendaraan roda dua saja dan hampir habis terjual.
“Tidak disangka akan habis terjual. Apalagi untuk mobil Toyota Fortuner yang saat ini terjual dengan harga Rp 150 lebih, itu tahun lalu saja tidak terjual. Sehingga harus dilakukan lelang kembali. Kemudian kendaran lainnya yang dijual per unit ternyata lebih banyak peminatnya,” jelasnya.
Dijelaskannya, Randis yang dilelang ini merupakan aset daerah yang ada sebagian dalam kondisi rusak berat/besi tua (scrap) dan masih layak pakai (nonscrap). Lelang tersebut sebelumnya telah diumumkan terbuka untuk umum.
“Kalau di BPKAD hanya proses kelengkapan administrasi. Sedangkan proses lelangnya kami bekerja sama dengan KPKNL Kota Metro. Agar peserta lelang dapat bersaing dengan peserta lainnya,” lanjut Supriyadi.
Menurutnya, dalam estimasi sebelumnya untuk randis roda dua dalam kondisi scrap dengan berat mencapai 1.552 kilogram, nilai limit Rp 4.595.000. Sedangkan randis roda dua nonscrap jumlahnya mencapai 57 unit dengan limit mencapai Rp 39.276.000. Kemudian, untuk randis roda empat ada delapan Unit. Kondisnya nonscrap dengan nilai limit Rp 181.140.000.
“Total estimasi keseluruhan dari hasil lelang itu mencapai ratus dua puluh lima juta sebelas rupiah. Namun, itu bukan angka realnya. Bisa saja bertambah karena inikan sistem lelang,” pungkasnya. (Adi)