Menjanjikan, Wabup Lamteng Ajak Petani Budidayakan Ikan Baung

Wakil Bupati Lampung Tengah saat meninjau kolam budidaya Ikan Baung milik warga Seputih Banyak. (Mozes)

Lampung Tengah – Sebagai produsen ikan air tawar terbesar di Lampung, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) mulai melirik Ikan Baung untuk dibudidayakan. Selain permintaan pasar yang cukup besar, Ikan Baung pun terbilang memiliki nilai jual yang ekonomis dan sangat menjanjikan.

Melihat potensi tersebut, Wakil Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto mengajak para petani ikan dapat menangkap peluang tersebut untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Meski budidayanya tak semudah patin dan lele, namun dengan banyaknya penggemar dan rumah makan pindang baung saat ini membuka peluang bagi para petani untuk meraup keuntungan.

”Ikan Baung ini nilai ekonomisnya tinggi. Dan saya lihat sudah ada petani yang mulai membudidayakanya. Nah, pemikiran yang seperti itu yang harus dicontoh petani lainnya. Jangan hanya mengandalkan dari alam saja. Kita bisa kerjasama dengan rumah makan pindang baung agar ambil ikan di Lampung Tengah. Bisa dikoordinasikan lewat Dinas Perikanan. Pemerintah pasti mendukung penuh,” katanya saat melihat kolam ikan baung milik warga di Seputih Banyak, Jumat (20/7/2018).

Sementara itu, Kadis Perikanan Lampung Tengah Kuswadi Swardi menerangkan, selama ini Lamteng telah menjadi produsen ikan air tawar terbesar di Lampung. Namun untuk ikan baung, diakuinya, ikan jenis ini semakin langka, sementara permintaan sangat tinggi.

Untuk dapat memenuhi permintaan pasar, menurutnya tidak bisa hanya mengandalkan tangkapan alam. “Harus kita budidayakan. Saat ini sudah ada 12 kelompok tani yang siap membudidayakan ikan baung, mereka tersebar di Trimurjo, Simpang Agung, Kota Gajah, Seputih Raman dan Way Seputih,” ujarnya.

Dia menambahkan, nilai jual ikan baung lebih tinggi dibandingkan ikan lainnya. Satu kilogram ikan baung, kata dia, diajual dalam kisaran Rp 45-60 ribu. Jauh lebih tinggi dibandingkan ikan lele. Dari kandungan gizi, ikan baung juga jauh lebih baik karena mengandung banyak protein

Bagi masyarakat yang ingin budidaya ikan baung secara mandiri, pihaknya juga menyiapkan bibit baung dengan kisaran harga Rp 300-500 per ekor dengan ukuran 3 cm. Pihaknya pun akan membuat pelatihan pelatihan petani ikan,agar mempunyai kemampuan dalam budi daya ikan air tawar yang baik.

“Saya rasa ini adalah peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat. Menjamurnya rumah makan dengan menu baung, permintaan terhadap ikan ini terus meningkat,” pungkasnya. (Adv)

Redaksi TabikPun :