Pandemi Tak Surutkan Semangat Demokrasi 

Angka partisipasi pemilih di Kota Metro urutan kedua tertinggi di Provinsi Lampung setelah Kabupaten Pesisir Barat, yaitu 83,05 persen. (Ist)

METRO – Tiga pekan pasca pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota Metro, kini di Bumi Sai Wawai telah memiliki pemimpin baru. Dimana lebih dari 80 ribu orang menyalurkan hak pilihnya demi mencari pemimpin terbaik.

Angka partisipasi ini menunjukkan antusias masyarakat berdemokrasi. Padahal, pandemi Covid-19 masih dibilang menjadi momok kita semua.

Keberanian pemilih bukan tanpa alasan, kerja keras seluruh elemen terutama penyelenggara pemilu punya peranan besar terhadap tingginya angka partisipasi pemilih. Dimana dari jumlah DPT Kota Metro 115.844 jiwa, partisipasi pemilih mencapai 83,05%.

Jumlah tersebut menempati urutan kedua tertinggi capaian partisipasi pemilih pilkada serentak di Provinsi Lampung. Pun telah melewati target nasional sebesar 77,5 persen.

“Dalam rakor tingkat provinsi, setelah dihitung kembali, tingkat partisipasi di Metro mencapai 83,05 persen, dan ini melebihi target nasional yang hanya 77,5 persen,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nurris Septa Pratama, Selasa (29/12/2020).

Ia turut berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Metro, karena antusias yang besar terhadap Pilkada Metro. Meski pilkada digelar di tengah pandemi.

“Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih sama masyarakat Kota Metro, karena, mau nggak mau mereka sudah terlibat di 9 Desember menjadi sejarah penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi,” tambah Nurris.

Sosial media, tambah Nurris, menjadi hal utama untuk menjadi penyalur sosialisasi. “Kalau KPU tidak kurang-kurang, starteginya sosialisasi di sosial media, itu penting karena di era milenial sekarang ini mau nggak mau semua arus informasi ada di media,” tuturnya.

Strategi lainnya yang dilakukan KPU adalah dengan terjun langsung ke masyarakat.

“Kami juga melakukan door to door. kita melakukan strategi ke grebek pasar, kemudian setiap minggu mobil Cerdas Demokrasi kita keliling untuk menginformasikan dan mengingatkan tentang Pilkada serentak di 9 Desember.

Selain itu, penyelenggara juga masif melakukan koordinasi bersama pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraan Pilkada.

“Kemudian terkoordinasi dengan stakeholder, antara Pemerintah, KPU, Bawaslu, Kepolisian, termasuk yang tidak kalah penting peran dari pasangan calon. ini menjadi kata kunci, karena mareka juga berpartisipasi dalam rangka mendorong masyarakat untuk terlibat,” terangnya.

Karena ia mengetahui bahwa tiap calon memiliki pendukung fanatik. “Mau nggak mau mereka juga kan punya konstituen, pendukung fanatik. ini juga turut andil dalam mendorong angka partisipatif demokrasi di Metro,” tambahnya.

Untuk klaster, lanjut Nurris, tidak ada klaster baru pilkada usai pencoblosan. Baik dari masyarakat atau penyelenggara pemilu.

“Untuk klaster, saya belum mendapat informasi dari 9 Desember. Laporan, baik dari PPK, PPS, maupun KPPS tak ada yang terindikasi covid-19, karena satgas nasional covid-19 dalam rilisnya menyampaikan, angka kepatuhan protokol kesehatan kita dalam pilkada serentak mencapai 92 persen. Artinya kita sangat siap menjalankan pesta demokrasi di tengah pandemi. Walaupun ada beberapa masyarakat yg menginginkan pilkada ini ditunda demi mencegah penularan covid,” jelas Nurris.

Terakhir ia berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Metro untuk tetap menerapkan 3M. Karena dalam pencoblosan sudah dibuktikan, dengan menerapkan 3M, pesta demokrasi yang melibatkan banyak orang tetap berjalan dengan aman.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga keluarga dari virus ini. Karena itu terus terapkan 3M disetiap aktivitas di luar rumah,” tutupnya. (Adi)

Redaksi TabikPun :