Pemanfaatan Teknologi VAR dalam Sepak Bola yang Dapat Meningkatkan Keputusan Wasit dan Efektivitas Komunikasi Digital di Indonesia

Pengamat. (Ist)

Tabikpun.com – Sepak bola, sebagai olahraga paling populer di dunia, telah mengalami sejumlah perubahan yang lebih maju dalam upaya meningkatkan keadilan permainannya. Sepak bola juga salah satu olahraga yang dikenal dengan tensi yang tinggi dan penuh drama, untuk era sekarang sudah memasuki era di mana sudah menggunakan penerapan teknologi canggih.

Salah satu inovasi terbaru yang telah mengubah wajah sepak bola profesional adalah pengenalan teknologi Video Assistant Referee (VAR), dibuat untuk membantu wasit mengambil sebuah keputusan yang lebih akurat dengan melihat kembali insiden kontroversial menggunakan tayangan ulang video dari berbagai sudut pandang. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah menerapkan VAR secara resmi pada Piala Dunia 2018, dan sejak itu, banyak liga domestik dan turnamen internasional lainnya turut menerapkannya.

Kini teknologi VAR sudah masuk dan diterapkan di sepak bola Indonesia. VAR (Video Assistant Referee) adalah sistem teknologi yang dirancang untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan yang lebih akurat dengan menggunakan tayangan ulang video dari berbagai sudut. Proses penggunaan VAR dalam pertandingan sepak bola dimulai ketika wasit di lapangan merasa ragu atau menerima adanya indikasi kesalahan dalam keputusan yang telah dibuat.

Hal ini dapat terjadi ketika adanya insiden yang membingungkan atau kontroversial seperti gol yang dicurigai tidak sah atau pelanggaran di kotak penalti, wasit di lapangan akan melakukan komunikasi dengan wasit tim VAR yang memantau melalui rekaman di suatu ruangan yang sudah disediakan. Setelah melakukan komunikasi antara wasit utama yang di lapangan dengan wasit tim VAR yang terdiri dari seorang wasit video dan asisten, melihat rekaman video dari berbagai sudut pandang yang tersedia.

Mereka memeriksa insiden tersebut untuk memastikan apakah keputusan yang diambil sudah benar atau ada kesalahan. Ketika insiden tersebut sudah terverifikasi tim VAR akan memberi tahu wasit lapangan melalui radio komunikasi.

Jika wasit setuju dengan temuan VAR, keputusan akan diubah, atau tetap dipertahankan jika tidak ditemukan kesalahan. Dengan adanya teknologi VAR ini membuat komunikasi dapat berjalan dengan baik sehingga menghasilkan keputusan yang sesuai dengan situasi yang terjadi. Studi yang dilakukan oleh (Kusnandar&Sukatma, 2021), “Penerapan VAR telah secara nyata meningkatkan ketepatan keputusan wasit dalam insiden-insiden krusial seperti gol, penalti, dan kartu merah.

Dangan ini menunjukkan bahwa dengan adanya bantuan teknologi, wasit dapat mengurangi kesalahan dalam mengambil keputusan yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya inovasi teknologi yang dapat menjadi perantara komunikasi yang baik dalam suatu pertandingan sepak bola. Dengan memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar, sepak bola bisa menyajikan pertandingan yang kompetitif, menarik minat lebih banyak orang, dan tetap mempertahankan sikap sportivitas dan keadilan yang menjadi dasar dari olahraga ini.

Seiring dengan perubahan zaman, sepak bola terus bertransformasi untuk tetap relevan dan menarik bagi penggemar di seluruh dunia. Penerapan VAR (Video Assistant Referee) dalam sepak bola juga memiliki keterkaitan erat dengan ilmu komunikasi, khususnya dalam komunikasi digital.

Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, komunikasi dalam konteks olahraga, terutama sepak bola, tidak lagi bergantung sepenuhnya pada interaksi langsung antara wasit dan pemain, melainkan sudah beralih kepada teknologi yang memfasilitasi proses komunikasi yang lebih cepat, akurat, dan transparan. Komunikasi Digital dalam konteks VAR mengacu pada pertukaran informasi melalui media digital yang dapat melibatkan berbagai perangkat dan sistem berbasis teknologi, seperti video, rekaman digital, dan jaringan komunikasi radio.

Di dalam pertandingan, tim VAR menggunakan perangkat digital untuk memproses rekaman tayangan ulang dari berbagai sudut pandang, lalu mengirimkan analisis dan keputusan mereka kepada wasit lapangan melalui sistem komunikasi radio yang terhubung. VAR sebagai bagian dari komunikasi digital memungkinkan informasi yang sebelumnya bersifat subjektif, seperti penilaian terhadap sebuah pelanggaran atau gol, dapat diperiksa kembali secara objektif menggunakan alat digital.

Keputusan yang dihasilkan lebih akurat karena berdasarkan data visual dan rekaman yang dapat diulang dan dianalisis secara mendalam. Dalam hal ini, komunikasi tidak hanya terjadi antara individu, tetapi juga melibatkan alat teknologi yang mendukung dan mempermudah komunikasi antara tim VAR dan wasit lapangan.

Penggunaan VAR juga menyumbangkan peran besar dalam menciptakan komunikasi yang lebih efisien dan efektif dalam pertandingan sepak bola. Sebelum adanya VAR, komunikasi antara wasit di lapangan dan pihak yang memonitor pertandingan terbatas dan kadang terhambat oleh jarak dan waktu. Namun, dengan VAR, teknologi digital memfasilitasi pertukaran informasi secara cepat dan real-time, tanpa perlu menghentikan jalannya pertandingan dalam waktu lama. Hal ini sangat penting dalam menjaga alur pertandingan tetap dinamis, sekaligus memastikan bahwa keputusan-keputusan yang diambil benar-benar akurat dan adil.

Saat ini pertandingan sepak bola di liga 1 Indonesia masih menggunakan satu orang wasit utama, dua orang wasit, yakni masing-masing hakim garis dan satu orang wasit cadangan. Hal tersebut dapat memicu keputusan yang subjektif, dan juga berpotensi terjadinya kecurangan Adriani & Irwandy (2020).

Dalam penggunaan VAR (Video Assistant Referee) di sepak bola Indonesia memiliki dampak positif yang baik dalam perkembangan sepak bola di Indonesia. Beberapa dampak positif yang terjadi dalam penggunaan teknologi baru VAR dalam sepak bola Indonesia adalah dapat meningkatkan keadilan dengan pengambilan keputusan yang lebih akurat, yang dapat mengurangi kesalahan yang dapat memengaruhi hasil pertandingan secara tidak adil.

Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dalam kompetisi. Selain itu, dengan adanya teknologi VAR dapat mengurangi terjadinya kotroversi antar pemain ataupun antar pemain dengan wasit yang masih sering terjadi di sepak bola Indonesia. Dengan VAR, kejadian-kejadian kontroversial seperti penalti yang disengaja atau gol yang dianulir dapat ditinjau kembali dengan lebih akurat.

Hal ini membantu mengurangi kontroversi dan pertentangan yang sering terjadi setelah pertandingan. Dampak positif lainnya adalah dengan adanya teknologi VAR ini dapat menjadi dorongan bagi pembaruan teknologi dalam sepak bola Indonesia secara keseluruhan, memperkenalkan inovasi yang dapat membawa permainan ke tingkatan yang lebih tinggi.

Dengan adanya VAR ini sebagai media digital perantara komunikasi dalam suatu pertandingan menunjukkan bahwa teknologi ini dapat menyederhanakan pekerjaan wasit serta dapat terjalinnya komunikasi yang baik sehingga tidak terjadinya misskomunikasi dalam suatu pertandingan. Dengan ini, VAR tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan wasit, tetapi juga sebagai contoh nyata bagaimana komunikasi digital dapat meningkatkan kualitas dari suatu pertandingan olahraga.

Penulis: Ananda Puja Ath – Thariq

NIM: J0401231310

Redaksi TabikPun :