www.tabikpun.com, Metro – Badan Anggaran DPRD Metro menilai pembangunan Lapangan Tenis Indoor tidak memiliki manfaat bagi masyarakat.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) Ridhuwan Sory Ma’oen Ali mengaku, kecolongan dalam proses pengajuan proyek senilai Rp 1.049.447.600 di Disporapar. Yang ia nilai pembangunan lapangan tersebut tidak memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
“Saya tidak pernah tahu ada proyek itu. Tahu waktu sudah selesai lelang. Apa coba manfaatnya untuk masyarakat? Nilainya tidak kecil. Uang segitu kalau digunakan untuk pembangunan jalan, saya rasa lebih ada manfaatnya,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (30/5).
Selain tidak memiliki manfaat besar kepada masyarakat, Lapangan Tenis itu pun tidak terlalu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Telebih olahraga tenis bukanlah olahraga yang berprestasi di Kota Metro.
“Saya rasa tidak sampai 500 orang yang main disana. Karena memang olahraga menengah ke atas. Kalau pemerintah membangun lapangan voli atau lapangan bola saya sepakat. Atau uang itu untuk membenahi irigasi atau drainase lebih banyak manfaatnya,” sesalnya.
Menurutnya, pembangunan Lapangan Tenis Indoor belum prioritas untuk dilakukan eksekutif. Begitu juga terhadap proyek Pembangunan Taman di Lapangan Samber.
“Setahu saya sudah ada pemenangnya. Siapa yang menang tender bukan urusan saya. Intinya dua pekerjaan itu belum prioritas untuk direalisasikan. Masih banyak yang harus dibenahi dan lebih prioritas. Tahun depan saya akan lebih teliti memantau usulan eksekutif. Jangan sampai terjadi seperti ini lagi. Bisa terjadi seperti ini karena waktu itu terburu-buru saat melakukan perencanaan,” tutupnya. (ga)