Lampung Utara – Para pegawai Puskesmas Kotabumi II Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mogok kerja. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan ketidakpuasan dengan kepemimpinan Kepala Puskes.
Aksi mogok kerja tersebut berawal dari kedatangan Kepala Puskesmas Yoana Lisa ke Puskesmas, secara spontanitas para pegawai tidak terima akan kehadirannya lagi. Padahal pada 22 Februari lalu, pihak Dinas Kesehatan telah sepakat untuk tidak lagi mempertahankan yang bersangkutan.
“Tapi hari ini, beliau masuk kerja. Inilah yang memancing reaksi spontanitas para pegawai,” terang Kepala Tata Usaha Puskesmas Kotabumi II Agus Darsono.
Menurut Agus, ini merupakan puncak dari ketidakpuasan mereka terhadap kepemimpinan Kepala Puskesmas II (Yoane Lisa)
“Kami sudah tidak mau lagi dipimpin oleh beliau, karena kami merasa sangat tidak puas dengan kepemimpinannya,” tegas Agus usai pertemuan dengan perwakilan Dinas, Kamis (01/3/2018)
Beberapa alasan pegawai pun dituangkan dalam pernyataan sikap yang disampaikan pada aksi mogok tersebut. Diantaranya, membutuhkan pemimpin yang tidak arogan, tidak egois, adanya transparansi keuangan, operasional ambulans, berikan peluang kepada bidan jejaring untuk melakukan persalinan, kehadiran pemimpin yang tidak jelas kehadirannya dan setiap hari Sabtu tidak pernah hadir, tidak ikut melayani pasien.
“Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan tetap mogok karena tuntutan ini sudah kami sampaikan sejak bulan Oktober tahun lalu,” tambahnya
Di tempat berbeda Kepala Puskesmas Kotabumi II dr Yoana Lisa menepis hal tersebut. Ia mengaku, semua tuntutan yang ajukan bawahannya tersebut tidak benar.
“Saya sebagai kepala puskesmas menjalankan seusai dengan aturan yang ada. Jadi, kalau tidak sesuai dengan aturan akan saya tegur. Peneguran juga melalui mekanisme, mulai dari teguran lisan hingga tertulis,” jelasnya.
Karena itu, lanjut Yoana, mengenai persoalan yang terjadi, dia menyerahkan seluruhnya pada pimpinan (Kadiskes). Apapun keputusan tersebut dirinya siap menjalani.
“Saya punya atasan dan sebagai bawahan akan mengkuti apapun keputusan itu. Kalau saya dicopot, harus ada alasan kuatnya seperti apa,” tegas Yoana.
Sementara perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Edi Kusnadi selaku Sekertaris Dinkes mengaku akan menyampaikan aspirasi keluhan para pegawai itu, kepada pimpinan. “Usulan nanti akan disampaikan ke Kepala Dinas. Dan beliau, yang menentukan nantinya. Dan persoalan ini jug sudah ditangani Inspektorat,” singkat Edi. (Adi)