Pemuda Lampung Sesalkan Insiden Baku Hantam di Musda KNPI, Andi : Usut Tuntas Siapa Pelaku Pemukulan

Sekretaris Bakorda Fokusmaker Lampung Danang Marhaens, S.IP (Kiri), Sekertaris HMI Cabang Metro M. Ridho Syah Putra (Tengah), dan Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Provinsi Lampung Affandi Atmanegara Amir (Kanan). (Arby Pratama)

Metro – Berbagai elemen pemuda di Lampung mulai bereaksi terkait insiden pemukulan terhadap tiga orang pimpinan sidang dalam Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung. Para pemuda mengecam keras dan meminta Kapolda Lampung Irjen Suntana segera bertindak mengungkap pelaku.

Seperti yang disampaikan Ketua SAPMA Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Lampung Affandi Atmanegara Amir, ia menyayangkan atas perlakuan panitia yang dinilai tak profesional sehingga menimbulkan insiden pemukulan tersebut. Pasalnya, banyak OKP besar yang tidak diundang untuk menghadiri hajar besar semua OKP di Provinsi Lampung tersebut.

“Kami menyesalkan atas kelalaian panitia yang telah membuat singgungan besar dengan tidak memberikan undangan kepada OKP sebagai peserta pada Musda KNPI Provinsi Lampung. Saya dapat informasi Musda KNPI akan di gelar pada 9 – 10 Maret 2018 karena adanya undangan ke DPD KNPI Metro. Dan kenapa undangan hanya ditujukan ke kebeberapa OKP, ini yang menjadi pertanyaan,” paparnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (15/3/2018).

Pria yang juga merupakan Ketua DPD KNPI Kota Metro ini menilai, ada faktor kesengajaan atas kisruhnya Musda tersebut. Ia berharap insiden yang sudah terjadi pada Musda lalu dapat menjadi pelajaran para pengurus dan panitia.

“Saya kira kawan pengurus dan panitia dapat belajar dari pengalaman dan menerima segala masukan baik saran maupun kritik. Tapi pada kenyataannya bisa kita nilai sendiri bagaimana kinerja kawan-kawan panitia dan kepengurusan kemarin. Kemudian soal jalannya persidangan yang sempat ricuh hingga terjadinya pemukulan terhadap sekjen DPP KNPI merupakan insiden yang membuat malu dan mencoreng nama baik Organisasi Kepemudaan yang ada di Provinsi Lampung. Kami berharap kepada pihak kepolisian agar pelaku pemukulan tersebut dapat segera di tangkap dan di adili secara hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, kekecewaan atas insiden tersebut juga datang dari kalangan mahasiswa. Sekretaris HMI Cabang Metro M. Ridho Syah Putra menyayangkan terjadinya insiden pemukulan itu.

“Kalo menurut saya Musda DPD KNPI Lampung ini kembali deadlock. Karena setelah musda yang pertama di gelar di pondok rimbawan tidak mendapatkan hasil ketua baru, musda di gelar kembali di korem dan lagi lagi persidangan alot sehingga keputusan DPP harus mengambil alih. Selain kekecewaan karena re-organisasi DPD KNPI terhambat saya juga sangat kecewa karena di tempat lain terjadi pemukulan terhadap salah satu presidium sidang dan juga sekjend DPP KNPI Sirajudin Abdul Wahab,” paparnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, kejadian itu menjadi preseden buruk bagi warga Lampung, khususnya kalangan pemuda.

“Seharusnya oknum yang melakukan pemukulan itu berfikir bahwa yang dipukul adalah salah satu simbol dari organisasi, jika simbol tersebut sudah tidak dihargai oleh anggota internalnya sendiri apa anggota eksternal organisasi lain bisa menghargainya. Saya meminta kepada pihak yang berwenang dalam hal ini Kapolda Lampung agar dapat mengusut tuntas kejadian tersebut karena itu sudah mencoreng DPD KNPI Lampung, khususnya warga lampung. Karena bila terus dibiarkan ini akan menjadi preseden buruk bagi warga Lampung,” jelasnya.

Selain itu, kecaman juga terlontar dari Sekretaris Bakorda Fokusmaker Lampung (Pemuda Lampung Selatan) Danang Marhaens, S.I.P., ia mengungkapkan rasa kekecewaannya atas perlakuan oknum tidak bertanggungjawab.

“Terkait pemukulan yang terjadi terhadap Wasekjen DPP KNPI, saya mewakili teman-teman pemuda dari OKP Bakorda Fokusmaker Lampung Merasa kecewa, karena pemuda ini sebagai motor penggerak perubahan, artinya negara kita jelas negara hukum. Ada aturan-aturan dalam menyampaikan pendapatnya. Kalo dari musda KNPI yang diselenggarakan itu berdampak pada perpecahan pemuda di Lampung maka akan sangat merugikan bagi pemuda itu sendiri,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Dirinya mengharapkan Kapolda Lampung segara mengungkap pelaku pemukulan tersebut. “Usut tuntas, serta menindak tegas pelakunya dan kita enggak mau marwah Kapolda tercoreng karena tidak bisa menetapkan pelakunya,” tandasnya.

Dilansir dari harianmomentum.com, Musda lanjutan KNPI di Swiss-Belhotel pada Sabtu (10/3/2018) lalu berahir ricuh. Pasalnya, setelah di Makorem 043/Gatam dibubarkan karena ricuh, pertikaian kembali terjadi dan diduga tiga pimpinan sidang menjadi korban pemukulan.

Ke Tiga pimpinan sidang Musda KNPI dari DPP KNPI yang diduga menjadi korban pemukulan di hotel tempat menginap. Diantaranya, Sirajudin Abdul Wahab (Sekjend DPP KNPI), Jubirdarsun (Wasekjend DPP KNPI) dan Arif Rahman (Pengurus DPP KNPI).

Menurut karyawan restoran hotel, piring-piring dan gelas pecah. Karyawan restoran hotel lari ketakutan. Keributan pengurus KNPI ini sampai ke Kapolresta dan Kapolda. Tak lama kemudian, Kapolda Lampung Irjen Suntana dan Kapolresta Bandarlampung Kombespol Murbani Budi Pitono turun tangan didampingi puluhan perwira.

Kapolda didampingi Kapolresta langsung berdialog dengan para pengurus KNPI yang sedang berselisih itu. Belum diketahui secara pasti apa yang memicu terjadinya pengeroyokan tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, keributan terjadi karena diduga pendukung salah satu calon merasa kurang puas kepada pimpinan sidang yang telah menunda Musda KNPI yang digelar di Aula Makorem 043/Gatam, Jumat (9/3) malam. (Ap)

Redaksi TabikPun :