Penemuan Jasad Kedua Belantik Sapi Ungkap Betapa Sadisnya Pelaku 

Jasad Sukirno (38) ditemukan warga di dalam tanah dipinggir kali, Minggu(3/11/2019). (Mozes)

LAMPUNG TENGAH Setelah jasad Nur Sodik (35), warga Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur (Lamtim) ditemukan. Menyusul  jasad Sukirno (38)  juga telah ditemukan, Minggu (3/11/2019).

Jasad Sukirno ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB berjarak 50 meter dari penemuan jasad Sodik. Penemuan jasad Sukirno makin mempertegas betapa sadis perbuatan pelaku terhadap kedua korban.

Betapa tidak, sebelum dieksekusi kedua korban terlebih dulu disuguhi kopi dengan jenis racun tikus. Setelah pingsan, kemudian kedua korban dibunuh menggunakan linggis.

Tak berhenti disitu, setelah dihabisi jasad keduanya, lalu dibuang di dua tempat yang berbeda. Ditemukan kali pertama jasad Nur Sodik di Sungai Way Punggur Kampung Bumirahayu, Kecamatan Bumiratunuban, Lampung Tengah, Sabtu (2/11/2019) sekitar pukul 14.45 WIB.

Dua Belantik Sapi Tewas di Tangan Pembeli, Modusnya Bikin Bulu Kuduk Berdiri

Kemudian di hari berikutnya jasad Sukirno juga ikut ditemukan oleh warga. Sadisnya, jasad korban kedua itu di kubur di pinggir Sungai ditimbun dengan lumpur.

“Ketemunya tadi sekitar pukul 10.30 WIB. Sekitar 50 meteran dari lokasi mayat pertama,” kata salah satu warga Kampung Bumirahayu yang tak mau ditulis namanya kepada media.

Jenazah Sukirno ditemukan warga yang melakukan pencarian.

“Warga yang menemukan. Curiga melihat gundukan tanah baru di pinggir sungai. Ketika digali, ternyata benar ada jenazah dikubur,” ujarnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Nur Sodik (35), warga Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur, ditemukan sudah menjadi mayat di Way Punggur.

Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Yuda Wiranegara menyatakan, dari keterangan para saksi kedua korban mengantarkan tiga ekor Sapi ke rumah pelaku di Kampung Bumirahayu, Kamis (31/10/2019).

“Mengantarkan Sapi di rumah pelaku, kemudian disuguhi kopi namun nahas ternyata kopi tersebut telah dicampuri racun tikus. Akibatnya korban tak sadarkan diri, lalu kedua korban dipukul dengan linggis kemudian jasadnya korban dibuang di Way Punggur,” ujarnya.

Sekarang ini, kata Yuda, pihaknya di-back up Polda Lampung sedang mengejar pelaku.

“Kita masih kejar pelaku berinisial “M” yang telah melarikan diri,” ungkapnya.

Menurut Suhadi, tetangga korban, Nur Sodik dan Sukirno pamit mengantar tiga ekor ke Bumi Rahayu.

”Tapi kok nggak pulang-pulang. Jadi keluarga putusin lapor polisi dan cari ke desa itu,” kata Suhadi di RS Bhayangkara Polda Lampung, Sabtu (2/11) malam.

Setelah lama mencari, ia dan warga lain berhasil menemukan mayat Nur Sodik di tepi Sungai.

”Kita cariin kemana-mana. Ke kebun sawit, sawah, sampai akhinya ke sungai. Dia (Nur Sodik, Red) ditemukan sudah nggak bernyawa. Badannya diiket dan nggak pakai baju,” sebut dia.

Suhadi menuturkan, polisi juga menemukan mobil korban bersama sapi dan baju yang dilucuti. Lokasinya di wilayah Simpang Propau, Kotabumi, Lampung Utara.

”Kalau mobil sudah ketemu. Sama tiga Sapi dan baju mereka ada dalam mobil. Kalau dugaan saya, ada dendam pribadi di balik ini semua,” tukasnya. (Mozes)

Redaksi TabikPun :