Pengelola SPBU Tejo Agung Diminta Bersihkan Limbah Solar di Drainase

Diduga solar yang berasal dari SPBU Tejo Agung mengalir ke drainase Jalan Raya Stadion Kelurahan Tejo Agung. (Adi)

METRO – Viral video diduga kebocoran solar SPBU Tejo Agung ke aliran anak sungai langsung disikapi pihak kelurahan dan kepolisian. Keduanya meminta pengelola SPBU membersihkan aliran anak sungai dan membenahi penyebab kebocoran.

Lurah Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur, Suparyono mengatakan, dalam video tersebut penyebab limbah diduga solar milik SPBU yang mengalir ke anak sungai.

“Terkait adanya dugaan kebocoran tangki BBM jenis solar di SPBU Tejo Agung, Metro Timur pada, Sabtu 29 Mei 2021, sekira pukul 13.45 WIB, menyebabkan mengalirnya solar ke drainase Jalan Raya Stadion Kelurahan Tejo Agung,” kata Suparyono, Selasa (1/6/2021).

Menindaklanjuti dugaan itu, telah dilakukan investigasi di lapangan oleh pihak Kecamatan Metro Timur bersama Kapolsek Metro Timur, Sat Pol-PP, dan unsur Dinas Lingkungan Hidup. Ia pun  telah berkoordinasi dengan direktur SPBU PT Cahaya Hartawan No: 24-341-131 Haidir, hasilnya SPBU akan melakukan penyedotan atau pengosongan.

“Ketersediaan stok yang ada di dalam tangki penampungan BBM akan dikosongkan, sebagai upaya menanggulangi kebocoran lebih luas dan menghindari serta mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Ia pun menyarankan pihak SPBU segera berkoordinasi dengan teknisi pertamina untuk mencari sebab terjadinya kebocoran tersebut. “Informasi tambahan, menurut keterangan Direktur SPBU telah dilakukan penghentian penjualan jenis bahan bakar solar,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima kelurahan, stok solar terakhir sebanyak 7.448 Liter setelah 20 menit kemudian stok solar tersebut tidak mengalami kekurangan yang drastis dan tetap diangka 7.448 Liter.

“Dengan demikian kemungkinan tangki penampungan BBM tidak mengalami kebocoran. Dugaan sementara, instalansi jaringan pipa yang ke mesin nosel atau dispenser yang mengalami kebocoran,” pungkasnya.

Di tempat berbeda, Kapolsek Metro Timur AKP JH Sitompul mengatakan, pihaknya telah melakukan pengamanan guna mengantisipasi terjadinya gesekan di masyarakat.

“Jadi pada dasarnya polisi melakukan pengamanan bila terjadi sesuatu dimasyarakat. Kemudian kemarin kita sudah panggil pihak managemen, meminta mereka mencari penyebab kebocoran itu dan tutup sementara selama dua hari sambil menunggu proses perbaikan oleh teknisi mereka,” kata Kapolsek, Selasa (1/6/2021).

Pihaknya juga meminta managemen SPBU untuk melakukan pembersihan terhadap saluran irigasi yang tercemar limbah diduga solar miliknya.

“Kemarin dari pihak masyarakat juga ada, dan pihak SPBU sudah disarankan untuk membersihkan cairan yang tercecer diduga solar tersebut di saluran drainase. Hingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat dikemudian harinya, dan pihak manajemen menyanggupi,” ucapnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, pihaknya telah menyiagakan petugas guna memantau pembersihan saluran drainase yang tercemar.

“Kita juga telah melakukan antisipasi, bhabinkamtibmas dan intel sudah ditugaskan untuk mengawasi perkembangan pembersihan di saluran tersebut,” tandasnya.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro belum dapat dimintai tanggapannya prihal dugaan tercemarnya lingkungan oleh limbah solar.

Dari penelusuran Tabikpun.com berdasarkan video yang viral di media sosial, terlihat limbah yang mengalir kurang lebih sepanjang 800 meter menuju sungai Way Batanghari.

Namun saat mendatangi pihak SPBU bernomor 24-341-131 milik PT Cahaya Hartawan, tidak mendapatkan keterangan apapun dan dihadapkan oleh seorang pengawas yang diketahui bernama Agus.

Agus enggan memberikan keterangannya kepada awak media. Ia hanya menyebut segala sesuatu yang berkaitan dengan limbah yang diduga solar dari SPBU Tejo Agung telah selesai tanpa komplain dari warga.

“Semua akan kita bereskan, ini tidak ada masalah. Semua tim dari Pertamina sudah turun kemarin, tinggal tim teknisi saja. Untuk lingkungan sudah beres, untuk semua yang ada, aparat Kepolisian segala macem sudah beres. Dan tidak ada komplain segala macam,” kata dia.

Agus juga menyarankan awak media untuk mewawancarai langsung direktur SPBU. Namun hingga kini, Direktur SPBU PT Cahaya Hartawan belum dapat dimintai keterangan.

“Kalau mau wawancara nanti temuin saja Pak Direktur, dia sudah jelas gimana mesin itu kerusakannya gimana, kalau sementara ini untuk masyarakat tidak ada yang komplain,” ucap Agus. (Adi)

Redaksi TabikPun :