Pertandingan Eksebisi Pemkot Vs Jurnalis Warnai Perayaan HUT Kota Metro

www.tabikpun.com, Metro – Hari jadi Kota Metro ke-80 diisi dengan pertandingan persahabatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dan jurnalis yang tergabung dalam wadah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Cabang Kota Metro di Intan Futsal, Jumat (12/5). Pertandingan eksebisi dibuka oleh Sekretaris Kota Metro Ir.Nasir A.T., M.M, yang yang ditandai dengan tendangan ke gawang jurnalis.

Sekkot Metro Nasir AT mengungkapkan, pertandingan tersebut digelar dengan maksud untuk menjaga komunikasi dan sinergitas yang baik antara pemerintah dengan awak media. Serta menyamakan tujuan, yaitu untuk membangun Kota Metro lebih baik kedepannya.

“Ya pertandingan ini suatu media komunikasi yang berbentuk olahraga. Tujuannya satu, bagaimana ada sinergi yang baik antara pemerintah kota metro dengan media. Kenapa, tujuan kita sama, tujuan kita adalah bagaimana menjadikan Kota Metro ini menjadi lebih baik kedepannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hari jadi Kota Metro diharapkan juga menjadi momentum bagi pemerintah dan media dari awal lagi membangun hubungan baik. Dan bersama-sama membangun Bumi Sai Wawai tercinta.

“Apa yang sudah kita lakukan di tahun lalu, kita evaluasi. Mana yang baik kita lanjutkan, mana yang kurang baik kita perbaiki bversama-sama. Karena apa, tugas memperbaiki Metro ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua. Dari pemerintah daerah, eksekutif, legiselatif, yudikatif, media, pengusaha dan semuanya. Semua lapisan masyarakat harus kita libatkan untuk memperbaiki Metro ini lebih baik lagi,” kata Nasir.

Nasir juga menegaskan, Pemkot Metro menginginkan sinergitas yang positif namun bukan berarti menolak kritikan dari awak media. Namun tidak berarti menolak kritikan untuk membangun Kota Metro.

“Kita semua punya peran, bagaimana untuk menjadi andil yang baik dalam keberhasilan Kota Metro. Kami ingin pemerintah dan media ini ada kesinergian yang positif. Tetapi bukan berarti pemerintah anti kritikan. Pemerintah juga minta kritik yang baik dan yang membangun, tapi bukan juga membuat suasana jadi tidak baik di masyarakat. Karena tidak semua masyarakat bisa menyaring apa-apa yang disampaikan, sehingga kita sebagai jurnalis itu ada fakta-fakta yang harus di ungkapkan, dan ada juga fakta yang tidak harus diungkapkan agar tidak memecah belah persatuan dan kesatuan,” tandasnya. (ap)

Redaksi TabikPun :