METRO – Anggota Kepolisian Resor Metro menggeledah Pelajar SMU Negeri 4 Metro, Senin pagi (11/12). Penggeledahan tersebut dilakukan menyusul adanya temuan aparat obat terlarang tersebut terhadap dua remaja beberapa hari lalu oleh petugas Shabara Polres Metro ketika hendak bertransaksi di Bumi Sai Wawai.
Kasat Binmas Polres Metro, AKP Edi Sutanto menjelaskan, penggeledahan terhadap ratusan tas dan barang bawaan pelajar tersebut dilakukan dalam bentuk razia sekaligus sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang.
“Kita di SMA N 4 ini melaksanakan razia pil Excimer, jadi pil itu pengaruhnya sangat kuat sekali karena harganya yang murah kami khawatir pelajar di metro ada yang turut menyalahgunakan pil tersebut, maka untuk memutus peredaran itu kami lakukan razia. Untuk SMA N 4 ini hasilnya steril, tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan seperti narkoba, pil excimer itu tidak ditemukan,” jelasnya.
Guna mengantisipasi peredaran pil tersebut dikalangan pelajar, aparat kepolisian setempat akan terus melakukan tindakan preventif dengan rutin merazia barang bawaan pelajar di setiap sekolah di Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga.
“Jadi razia ini kedepannya akan kita lakukan secara rutin, setiap memimpin upacara di sekolah kita akan langsung lakukan razia. Jadi kami beritahukan juga bahwa hari ini juga polres Metro melakukan razia serentak di seluruh sekolah SMP dan SMA yang ada di metro, sementara hasilnya nihil tidak ditemukan hal-hal mencurigakan,” ucap Edi.
Kasat Binmas ini juga menyampaikan, selain fokus pada razia Pil Excimer pihaknya juga akan melakukan pembinaan terhadap pelajar yang membawa rokok dan menyimpan vidio porno.
“Jadi selain razia narkoba dan obat terlarang, kami juga melakukan razia terhadap pelajar yang membawa rokok dan vidio porno di HP mereka. Apabila ada yang kedapatan membawa hal tersebut akan kami lakukan pembinaan. Tapi sejauh ini kami belum menemukan itu,” tungkasnya.
Sementara itu Kepala SMA Negeri 4 Metro, Ni Made Noviani mengapresiasi langkah polres dalam melakukan tindakan preventif. Dirinya mendukung penuh upaya memutus mata rantai dugaan peredaran obat terlarang dikalangan pelajar.
“Kami sangat mendukung respon cepat dari Polres Metro untuk memberikan arahan-arahan kepada siswa-siswi. Dengan polisi masuk sekolah ini paling tidak pelajar sudah mendapat pengarahan sehingga anak-anak kami terlindungi dari bahaya obat terlarang. Dan untuk melanjutkan ini kami akan rutin melakukan razia, jadi anak-anak yang masuk ke sekolah dari gerbang akan kami periksa secara intensif. Selain itu kami juga akan dadakan merazia setiap kelas di sekolah kami,” tandasnya. (Ap)