www.tabikpun.com, Metro – Pengurus PWI Kota Metro Menyayangkan kepada Walikota Metro Ahmad Pairin tentang perkataan dirinya kepada awak media yang menuding pertanyaan wartawan kepadanya tidak profesional.
Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro Abdul Wahab menegaskan, selaku Kepala daerah seharusnya tidak bisa mendikte pekerja pers. Semestinya Seorang Walikota lebih faham bahwa pers adalah pilar ke-4 Demorkasi sebagai kontrol sosial.
”Perkara pertanyaan apa yang akan dilontarkan kepada dirinya, itu sah sah saja, justru wartawan di lapangan harus cerdas dan kreatif untuk menentukan angle agar berita tersebut dikemas menjadi menarik. Asalkan berita dimaksud layak diterbitkan dan bukan berita bohong/hoax,” paparnya saat dikonfirmasi di Kantor PWI Metro, Selasa (20/6).
Menurutnya, tidak ada yang salah dengan apa yang ditanyakan wartawan pada saat itu, karena masih seputar Linmas yakni tentang seragam yang dipakai petugas. ”Semestinya, Walikota bisa berimprovisasi menjawab pertanyaan awak media, bukan malah mengeluarkan kalimat seperti itu,” jelas dia.
Wahab menegaskan kepada Walikota Metro agar tidak mengintervensi para pekerja pencari berita khususnya di Bumi Sai Wawai. Pasalnya mereka bekerja patuh dengan Kode etik dan dilindungi undang-undang pokok pers.
“Pak wali itu kan kepala dearah dan sudah terbiasa diwawancarai wartawan. Harusnya apapun pertanyaan wartawan dia harus bisa jawab dong, kalau dia tidak bisa menjawabnya kan tinggal sampaikan saja perkataan yang santun kepada wartawan. Jika masalah pertanyaan itu silakan tanyakan kepada anak buahnya yang membidanginya. Kenapa dia harus mendikte dan mengajari wartawan untuk mempertanyakan kepadanya pertanyaan yang profesional. Kan aneh,” cetusnya.
Mantan Reporter MNC MEDIA ini berharap, kepada Walikota serta seluruh pejabat di Bumi Sai Wawai atau pun kepada siapa saja, agar tidak takut dan alergi menghadapi para pencari berita yang benar-benar jelas.
“ Harus diketahui, wartawan itu tidak hanya membuat berita seremonial berupa berita pembangunan daerah saja dong, harus berimbang bahwa kerja pers tujuan utamanya sebagai kontrol sosial dan untuk kepetingan orang banyak,” tutupnya.(Ga)