TULANG BAWANG- Ribuan ikan mati dan mengapung di sungai Kali Miring Bujung Tenuk, Kampung Tua dan Kelurahan Menggala Selatan Kecamatan Menggala Kabupaten Tulangbawang.
Kejadian tersebut seketika membuat heboh dan jadi perbincangan di kalangan Masyarakat, dugaan warga, kematian ikan tersebut disebabkan pencemaran limbah oleh salah satu Perusahaan Tapioka yang berada di Desa Gunung Batin Udik Lampung Tengah.
Dari Kejadian itu, warga yang mengetahui langsung berbondong-bondong datang ke sungai untuk mengambil ikan dari berbagai jenis yang telah telah mengambang dipermukaan air beberapa waktu yang lalu.
Menurut Seman, salah satu warga Tiuh Toho. ribuan ikan ditemukan mati mendadak sejak empat hari yang lalu saat turun hujan deras disebagian wilayah.
“sebelumnya kawasan kami diguyur hujan lebat, setelah hujan reda warga melihat ikan pada mabok, seketika ratusan warga yang mengetahui hal itu beramai-ramai datang untuk mengambil ikan yang di duga mati akibat limbah dari salah satu Perusahaan yang berada di wilayah hulu sungai,” kata Seman.
Lebih jauh Ia mengatakan, yang menjadi permasalahan keesokan harinya ratusan warga yang mengambil ikan di sungai tersebut mengalami gatal-gatal di sekujur tubuh serta merasa mual dan sakit perut usai mengkonsumsi ikan dari hasil tangkapan mereka.
“belum pernah terjadi seperti ini sebelumnya, kurang lebih hampir seluruh warga yang mengambil ikan di sungai saat itu mengalami gatal-gatal dan keluar bercak merah di tubuh mereka,” jelasnya.
Dirinya menduga aliran air sungai yang digunakan warga setempat sehari-hari untuk menangkap ikan sebagai nelayan telah tercemar oleh limbah salah satu pabrik yang berada di bagian hulu sungai.
Atas kejadian itu, dirinya bersama warga lain berharap Pemerintah Kabupaten Tulangbawang melalui Dinas terkait untuk segera menindaklanjuti kasus dugaan pencemaran tersebut. Dikhawatirkan apabila di biarkan begitu saja akan menimbulkan dampak yang lebih besar lagi.
“akibat kejadian ini, kami menderita kerugian yang sangat besar karena dari dulu rata-rata warga yang rumahnya berada di pinggir sungai mencari nafkah sebagai nelayan. kalau sudah begini dari ikan yang kecil hingga yang besar mati semua,” keluhanya.
Ditempat terpisah, Antori Kepala kampung Tiuh tohow Menggala saat di temui di kediamannya membenarkan terkait hal itu.
“Ia benar saya juga sudah mendapatkan informasi dari warga bahwa ada ribuan ikan yang mati mendadak di sungai, kalau untuk penyebabnya saya juga kurang mengetahui. Tapi, kalau keterangan dari warga akibat limbah dari salah satu perusahaan yang berada tepat di hulu,” terang Antoni.
Hingga hari kelima pasca tercemarnya sungai kali miring yang terus mengalir hingga ke hilir Bunjung Tenuk, para nelayan memperoleh ikan dari yang kecil hingga besar jumlahnya sangat banyak bahkan ber ton-ton akibat keracunan limbah.
Para nelayan juga mengeluh rusaknya mata pencarian, selain itu air yang dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari tidak dapat di pergunakan baik untuk dikonsumsi ataupun untuk kebutuhan pertanian. dalam hal ini warga mendesar pemkab setempat untuk mengusut tuntas jika pihak perusahaan nakal membuang limbah sembarangan dan harus bertanggung jawab atas kerugian masyarakat dan kerusakan lingkungan,” ujar sejumlah warga. ( Roby)