Tabikpun.com – Langit mulai bewarna jingga, saat kendaraan yang saya dan keluarga tumpangi melaju di jalanan berkelok menuju Pantai Pelabuhan Ratu. Angin sejuk khas pesisir sudah mulaitercium, pertanda bahwa tujuan sudah semakin dekat.
Ini bukan kali pertama saya mengunjungi Pantai Pelabuhan Ratu, tetapi keindaham pantainya yang membuat saya selalu ingin kembali tanpa pernah merasa bosan. Ada kerinduan yang sulit dijelaskan, seperti panggilan alam yang mengundang untuk sejenak melarikan diri dari hiruk-pikuk rutinitas kota.
Saya memang tidak berencana untuk menjelajahi banyak tempat atau melakukan aktivitas tertentu. Tujuan saya sederhana yaitu, bersantai ditepi pantai, membiarkan waktu berlalu tanpa terburu-buru, menikmati debur ombak yang menenangkan, dan mengabadikan setiap momen-momen kecil yang sering terlewatkan ditengah kesibukan sehari-hari.
Terkadang, perjalanan terbaik bukanlah tentang seberapa jauh kita melangkah, melainkan tentang seberapa dalam kita meresapi suasana yang ada di sekitar. Perjalanan dari Tengah kota Sukabumi menuju Pelabuhan Ratu memakan waktu sekitar tiga jam.
Pemandangan di sepanjang jalan membuat waktu seolah berjalan lebih cepat. Hamparan sawah hijau yang membentang luas, deretan pohon-pohon tinggi berdiri gagah di kanan dan kiri jalan, dan sesekali sungai yang mengalir di tepi jalan menjadi hiburan yang menenangkan.
Pada beberapa titik, saya sengaja membuka kaca jendela mobil, membiarkan angin segar menyapu wajah, seolah mengingatkan bahwa perjalanan ini bukan hanya sekedar perpindahan tempat, melainkan proses untuk kembali menyatu dengan alam.
Begitu tiba di kawasan pantai, suasana khas pesisir langsung menyambut saya beserta keluarga. Udara yang sejuk, aroma laut yang khas dan pemandangan ombak yang bergulung-gulung seolah menghapus sisa-sisa perjalanan seperti menyapa dengan hangat.
Setelah memarkirkan kendaraan di area yang cukup teduh, saya dan keluarga lalu berjalan kaki menuju tepi pantai. Hamparan pasir yang lembut langsung menyapa, sementara suara ombak yang berkejaran menciptakan latar musik alami yang menenangkan.
Sepanjang pantai, terlihat beberapa wisatawan terlihat menikmati waktu dengan cara mereka masing-masing, ada yang duduk di bawah payung pantai sambil menikmati es kelapa muda, ada pula yang sibuk mengabadikan momen dengan kamera, dan tak sedikit yang memilih berdiam diri, membiarkan kaki mereka dihantam ombah dan terbenam di pasir hangat. Saya memilih tempat yang agak sepi, menggelar kain pantai yang saya bawa, dan duduk menghadap lautan lepas.
Di depan saya, ombak bergulung-gulung, datang dan pergi tanpa henti, Terkadang, kita dihadapkan pada gelombang yang besar, tetapi di saat yang lain, kehidupan mengalir dengan tenang, memberikan ruang untuk bernapas dan menikmati momen. Sesekali, saya bangkit dan berjalan menyusuri tepi pantai, membiarkan ombak kecil membasahi kaki.
Sensasi dinginnya air laut yang bertemu dengan hangatnya pasir terasa begitu menyegarkan. Pada beberapa titik, saya berhenti untuk mengambil foto, bukan sekadar untuk dibagikan di media sosial, tetapi sebagai pengingat bahwa kebahagiaan seringkali terletak pada hal-hal sederhana.
Saya mengabadikan langit biru yang cerah, garis pantai yang membentang jauh, dan kapal-kapal kecil yang tampak mengapung di kejauhan. Matahari mulai condong ke Barat saat saya memutuskan untuk duduk kembali, kali ini menikmati senja yang perlahan menghiasi langit.
Warna jingga keemas an mulai merayap di cakrawala, memantul dipermukaan laut yang tenang, menciptakan pemandangan yang seolah diambil langsung dari lukisan. Meski perjalanan ini singkat dan tanpa agenda yang padat, saya merasa pulang dengan hati yang lebih ringan.
Saat mobil melaju meninggalkan pesisir, saya tahu bahwa meski hanya sehari, Pelabuhan Ratu telah meninggalkan jejak yang akan selalu saya kenang dan suatu hari nanti saya pasti datang lagi, untuk Kembali merasakan kedamaian yang begitu sederhana namun bermakna.
Nama: Elviani Intan Saputri
NIM: J1401231046