LAMPUNG TENGAH – Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Musa Ahmad menghadiri acara pembukaan Melasti Tingkat Kabupaten Lamteng dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Caka 1945 di Danau Tirta Gangga, Kampung Swastika Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Minggu 19 Maret 2023.
Dalam Kesempatan tersebut, turut Hadir PHDI Provinsi Lampung, Ketua MGPSSR Lampung, Anggota DPRD, Dandim 0411, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kasat Pol PP, Kabag Kesra, Ketua PHDI Lamteng serta ribuan umat sedharma.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Penyelenggara Made Rimbawa Putra mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Bupati Lamteng Musa Ahmad pada acara melasti. Kehadiran bupati, lanjut dia, juga bentuk kepedulian kepada Umat Hindu di Lamteng yang sangat luar biasa.
“Terbukti dengan hadirnya hadirnya bupati disetiap kesempatan acara yang diadakan, bahkan acara Melasti ini tidak lepas dari support Pemkab Lampung Tengah demi melestarikan Budaya yang turun temurun agar selalu dilaksanakan,” ungkapnya.
Sementara Ketua PHDI Lamteng Trisna Wijaya mengatakan, Melasti merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk menetralisir unsur-unsur negatif yang ada di diri, sehingga dalam menyambut hari raya Nyepi merasa nyaman dan damai. Trisna juga atas nama masyarakat Hindu Lamteng mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bupati Musa Ahmad, dimana tahun ini akan membantu 145 pura di Lamteng, yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 Juta.
“Pure Kabupaten juga akan dibantu sebesar Rp 500 juta dan masih banyak bantuan lainnya,” bebernya.
Kesempatan yang sama, Bupati Lamteng Musa Ahmad mengucapkan selamat melaksanakan Perayaan Melasti juga Hari Raya Nyepi, dalam rangka menyambut Tahun Baru Caka 1945 Tahun 2023 mempersiapkan kedepan untuk hidup lebih baik lagi dan berguna bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Musa mengaku telah berkoordinasi dengan PHDI juga Dinas terkait untuk Festival Ogoh-Ogoh dapat menjadi kalender rutin kegiatan wisata di Lamteng. Pun tahun depan Pemkab Lamteng juga akan membantu memaksimalkan pelaksanaan kegiatan Melasti agar lebih meriah lagi.
“Sehingga selain menjadi Wisata Budaya bisa menjadi Wisata Religi bagi Masyarakat Sedharma,” tutupnya.(Mozes)