Lampung Tengah – Warga Kampung Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung menggelar tradisi selamatan takir yang diyakini oleh warga setempat untuk mendapat keselamatan dari hal buruk menyambut datangnya tahun baru islam atau biasa disebut suku jawa sebagai bulan suro.
Menjelang magrib, hampir disetiap perempatan jalan di Dusun 3 Blok Kediri diramaikan oleh warga yang membawa takir yang dibuat dari daun berbalut janur dan diisi makanan nasi berikut lauk pauk. Acara selamatan dipimpin pemangku agama Suparlan Hadi Prayitno dengan membacakan riwayat tradisi selamatan takir dibulan Suro.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan warisan leluhur yang selalu dilaksanakan untuk memohon keselamatan bagi keluarga dengan bersedekah dan berbagi makanan. “Setelah doa bersama dilanjutkan dengan saling berbagi makanan yang dibawa dari rumah kemudian disantap bersama, diharapkan hal ini juga bisa sampai kepada para leluhur yang sudah meninggal dunia dan memberikan berkah keselamatan bagi yang masih hidup, “ ujarnya, Selasa (11/9/2018).
Sementara itu Suparti salah satu warga yang juga Ketua RT 004 merasa senang bisa selalu melakukan tradisi selamatan takir ini. “Alhamdulillah, acara ini sudah lama dilakukan dan sampai sekarang keluarga kami diberikan keselamatan, hal yang paling penting adalah silatuhrahmi antar warga juga makin baik dengan adanya makan bersama,” ungkapnya sambil menyantap nasi takir bersama warga lainnya. (Mozes)