METRO – Sekretaris Daerah Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo menegaskan kendaraan dinas dan sekretariat yang diberikan Pemkot Metro kepada MUI tak ada kaitanya dengan janji politik.
“Yang jelas itu tak ada kaitannya dengan politik, ini murni untuk operasional MUI yang selama ini kurang fasilitasnya,” kata Bangkit dikonfirmasi di halaman Pemkot Metro, Kamis (24/6/2021).
Ia menjelaskan, latar belakang diberikannya fasilitas tersebut lantaran selama 21 tahun MUI belum pernah mendapatkan kendaraan operasional.
“Kendaraan kemarin sudah secara resmi diserahkan Pak Wali, dan sifatnya adalah pinjam pakai. Kalau pinjam pakai itu artinya operasional kendaraan menjadi tanggung jawab yang diberikan pinjaman,” lanjutnya.
Untuk Sekretariat, lanjut Bangkit, selama ini MUI belum ada tempat untuk menjalankan kegiatannya.
“Kemudian kami juga menyiapkan ruangan di Wisma Haji untuk MUI, karena MUI sangat penting sekali untuk Kota Metro. Jadi sebagai bantuan dari pemerintah, sebagai sarana prasarana harus kita siapkan,” ujarnya.
Untuk durasi pinjamannya, tergantung masa kepengurusan MUI yang sedang menjabat sekarang.
“Untuk PMI, nanti kita tata lagi kalau sudah ada kepengurusan yang baru. Kalau memang memerlukan, nanti kita alokasikan lagi ke sana mobil-mobil yang ada di Kota Metro. Semuanya penting, tapi ini mobilitasnya MUI lebih tinggi, seperti ke kecamatan ke kelurahan,” tandasnya.
Penjelasan serupa juga dikatakan Wakil Wali Kota Metro Qomaru Zaman. Dimana fasilitas yang diberikan kepada MUI bukan karena janji politik, melainkan karena MUI selama ini belum pernah difasilitasi pemerintah.
“Terkait randis yang diserahkan MUI kemarin, Itu bentuk penataan aset. Saya yakin randis itu lebih berdayaguna jika digunakan MUI, itu saja,” singkatnya.
Ia mengatakan, tak ada masalah antara Pemkot dan PMI. Meski sebelum randis tersebut merupakan kendaraan operasional PMI.
“Kami udah sudah komunikasi dengan Yahya, tidak ada masalah, dan tak ada komentar darinya,” tandasnya. (Adi)