Tiga Kali Jalani Operasi Usus Buntu, Kondisi Zaky Saputra Kian Memburuk

Badan Zaky Saputra yang sebelumnya gemuk kini kurus kering dengan luka terbuka sepanjang hampir 30 cm di perutnya. (Nanang)

Pringsewu – Zaky Saputra (12) warga Pekon Bandung Baru Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu harus merelakan waktu bermainnya dengan berbaring menahan sakit dengan luka terbuka diperutnya pasca operasi usus buntu yang telah tiga kali dijalaninya.

Putra dari Dedek Hidayat itu harus menjalani perawatan di RS Abdoel Moelok Bandar Lampung setelah sebelumnya menjalani operasi di Wisma Rini dan dirujuk ke Mitra Husada sebagai pasien umum.

”Awalnya  Zaky badannya gemuk dan sehat. Zaky hanya mengalami sakit usus buntu. Usus buntu sudah diopersi di Wisma Rini terus sembuh. Saya lupa tanggal berapa. Kemudian sehabis lebaran dirujuk ke Mitra Husada pakai umum, soalnya panik karena sudah kritis,” urai Rostati bibi Zaky di kediamannya, Kamis (31/8/2017).

Ia menerangkan, Zaky dioperasi akibat ususnya lengket dan berdasarkan keterangan dokter ususnya bocor. Zaky pun harus menjalani operasi sebanyak tiga kali dengan jarak satu minggu di Mitra Husada.

”Di Mitra Husada Zaky ditangani dokter Gunawan. Dan dirawat selama 24 hari. Karena di Mitra Husada sudah tidak sanggup lagi, akhirnya Zaky dirujuk kembali ke Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Namun kami harus mengurus pelunasan biaya operasi sebesar Rp 64 juta, baru dikasih DP Rp 10 juta. Dikasih tempo sebulan oleh pihak rumah sakit,” jelasnya.

Saat ini Zaky Saputra masih dirawat di Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung dengan kondisi yang memprihatinkan.

Butuh Donasi

Zaky Saputra (12) siswa SMP di Bandung Baru membutuhkan uluran tangan dermawan untuk meringankan pelunasan pembayaran operasi sebesar Rp 64 juta yang baru terbayar Rp 10 juta. Dimana kondisi perekonomian Zaky Saputra yang tinggal bersama neneknya Masnayah (50) sangat memprihatinkan. Rumah yang ditempati bersama neneknya pun berasal dari bantuan pemerintah daerah.

Masnayah mengaku, pasca operasi di Mitra Husada kondisi Zaky makin memburuk hingga harus dirujuk ke RS Abdoel Moeloek. Ditambah hutang biaya operasi yang harus dibayar.

“Biaya operasi zaky jumlahnya Rp 64 juta, baru dibayar uang muka Rp 10 juta. Uang Rp 10 juta dapat dari sumbangan warga masyarakat sekitar. Sedangkan saya bekerja sebagai tukang urut panggilan, penghasilannya tidak menentu. Pas-pasan mas buat makan sehari-hari,” lirihnya. (Nanang)

Redaksi TabikPun :