Lampung Utara News

Wanita Pembakar Bendera Merah Putih Diciduk Polisi, Alasan Pembakaran Bikin Merinding

Pemilik akun Facebook Maisy Van Den Hook (Noni) dengan nama yang tertera di KTP bernama Man Astutiningtyas (33) kini diamankan Polres Lampura. (Adi/Yono)

LAMPUNG UTARA – Pelaku pembakaran bendera merah putih yang sempat viral di Facebook akhirnya ditangkap Unit Reskrim Polres Lampung Utara (Lampura), Minggu (2/8/2020) sekira pukul 22.00 WIB.

Pemilik akun Facebook Maisy Van Den Hook (Noni) dengan nama yang tertera di KTP bernama Man Astutiningtyas (33) merupakan warga Gg. Kemuning RT/RW 05/08, Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampura.

Kapolres Lampura AKBP Bambang Yudho Martono membenarkan penangkapan tersebut. Selain pelaku, pihaknya juga membawa orang tua pelaku untuk dimintai keterangan dan di periksa.

“Ya benar, kita menerima informasi tadi malam sekira pukul 19.00 WIB, kemudian pukul 22.00 WIB saya pimpin langsung untuk penangkapan kepada yang bersangkutan di rumahnya,” ungkapnya ditemui di Pemkab Lampura, Senin (3/8/2020).

Ia menambahkan, aksi ini baru pertama kali dilakukan pelaku dan menurut tersangka melakukan pembakaran bendera merah putih mendapatkan perintah langsung dari Ketua PBB

“Alasan dia mendapat perintah langsung dari Ketua PBB di Belanda yang menyatakan bahwa akan merubah Negara Indonesia menjadi Negara Kerajaan Mataram. Pengakuan ini sedang kami dalami,” jelas Kapolres.

Selain mengamankan pelaku, lanjutnya, pihaknya membawa barang bukti bekas pembakaran, tempat pembakarannya, kemudian ada beberapa bendera yang dijahit sendiri bendera belanda kemudian ada beberapa bendera Indonesia.

Kapolres Lampura menghibau pada masyarakat, menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus mendatang untuk selalu waspada terhadap informasi-informasi atau ada kegiatan-kegiatan yang ganjil baik di media sosial ataupun di masyarakat.

“Kepada masyarakat dan nitizen dimedia sosial, kami memberitahukan kalau pelaku pembakaran bendera merah putih sudah ditangani oleh pihak kepolisian, kami berharap agar tidak lagi memviralkan postingan tersebut,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lampura Maspardan mengatakan, tersangka telah beberapa kali melakukan perubahan data. Man Astutiningtyas melakukan pembuatan Kartu Keluraga (KK) pada 18 Juli 2007 silam, kemudian pada 16 November 2016 Man Astutiningtyas kembali melakukan perbaikan KK dengan mengubah status pendidikan dari SLTP menjadi Diploma 4/S1.

“Setelah itu pada 8 November 2017 Kartu Tanda Penduduk Elaktronik (E-KTP) milik Man Astutiningtyas berhasil di cetak dengan status pekerjaan sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). KTP milik Man Astutiningtyas itu benar adalah KTP asli, terkait masalah status pekerjaan atupun status pribadi yang bersangkutan, itu bukanlah wewenang Disdukcapil untuk menanyakan permasalaha itu. Sebab Disdukcapil hanya mendata dan mencetak KTP berdasarkan pengajuan dari pemohon,” tambahnya.

Sementara Lurah Sribasuki Puncoro Teguh saat dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan bahwa pelaku pembakaran bendera Sangsaka Merah Putih itu adalah warganya.

“Ia betul, Man Astutiningtyas itu adalah warga saya. Man Astutiningtyas adalah seorang putri kandung dari Mujianto yang merupakan pensiuanan honorer di SMPN 6 Prokimal. Keluarga Mujianto tinggal di Kelurahan Sribasuki, tepatnya di gang Kemuning RT V / RW VIII, Kelurahan setempat sejak tahun 1980 silam,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk langkah yang akan diambil dalam menyikapi persoalan tersebut, sesuai dengan intruksi Kapolres Lampura, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menstabilisasi masyarakat agar terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kelurahan Sribasuki.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan aparat dusun seperti tokoh masyarakat, agama, Ketua RT dan LK, apakah Mujianto selaku orang tua dari Man Astutiningtyas, akan diungsikan untuk sementara waktu atau tidak, untuk menghindari dan mengantisipasi sikap anarki masyarakat setempat.

“Yang pasti, setelah terjadinya peristiwa ini, merupakan suatu pelajaran yang sangat berharga, oleh sebab itu secepatnya saya akan melakukan pengecekan KTP pada setiap warga yang terdapat di Kelurahan Sribasuki, agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Dandim 0412 Lampura Letkol inf Harry Prabowo menegaskan bahwa tersangka pembakaran bendera merah putih bukan anggota TNI. “Untuk proses hukum kita serahkan pada pihak Polres Lampung Utara, karena yang bersangkutan adalah warga sipil,” pungkasnya. (Adi/Yono)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: