LAMPUNG UTARA – Warga Kelurahan Sribasuki, Lampung Utara (Lampura) menilai ada keanehan pada proyek lapisan tipis aspal pasir (Latasir) Jalan Bunga Mayang. Pasalnya, pembangunan selalu dilakukan saat malam, bahkan tetap dikebut saat hujan deras dan tanpa plang pekerjaan.
Nia warga setempat menerangkan, pembangunan jalan selebar 2,5 meter dengan panjang sekitar 200 meter menggunakan Dana Kelurahan yang berasal dari APBN itu dikerjakan selama tiga hari. Dimulai 30 Desember 2019, rampung 1 Januari 2020.
“Tidak ada warga yang dilibatkan dipekerjaan itu. Selain itu pekerjaannya tipis sekali. Kerja terakhir itu malam tahun baru, padahal waktu itu hujan lebat,” jelasnya, Jumat (3/1/2019).
Keluhan senada disampaikan Yadi, warga yang rumahnya tepat di depan jalan tersebut memprediksi umur jalan tersebut tidak akan lama. Karena konstruksi latasir yang sangat tipis.
“Jalan ini kalau diguyur hujan tiga hari berturut-turut pasti pada ngangkat mas. Apalagi kalau sampai dilalui mobil, pasti mudah hanjur,” ujarnya.
Sementara Lurah Sribasuki Puncoro Teguh mengaku sama sekali tidak mengetahui pelaksanaan proyek Latasir tersebut. “Saya tidak tahu soal pekerjaan tersebut, silahkan tanyakan langsung pada Pokmasny saja,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.(Adi/Yono)