Berantas ‘Musuh Tanpa Wajah’ Jadi Target Kapolres Metro

Kapolres Metro AKBP Umi Fadilah Astutik. (red)

METRO – Tingkat penyalahgunaan Narkoba di Indonesia kian mengkhawatirkan, boleh dikatakan wajib bagi setiap elemen untuk memeranginya. Berbagai cara dan upaya tentunya akan dilakukan pemerintah melalui institusinya guna mencegah peredaran barang berbahaya tersebut.

Upaya memberantas narkoba pun menjadi tantangan bagi Kapolres Kota Metro yang belum lama menjabat. Sebagai Kapolres wanita kedua, AKBP Umi Fadilah, S.sos., S.IK., M.Si menyatakan kesiapannya dalam memerangi narkoba yang di anggap sebagai ‘Musuh Tanpa Wajah’ di wilayah hukum Bumi Sai Wawai.

“Narkoba kami disini itu tinggi sekali, penggunanya penggunanya juga bukan dari sini saja. Metro ini kan wilayah transit atau tempat transaksi dari luar masuk ke metro maupun sebaliknya. Kalo ketahuan, kita tangkap,” tegasnya saat di wawancarai tabikpun.com di ruang kerjanya, Rabu (15/11/2017).

Orang nomor satu di Polres Metro tersebut menjelaskan alasan mengapa Metro menjadi wilayah yang rawan akan penyalahgunaan Narkoba.

“Kenapa mereka memilih metro, karena di metro ini banyak tempat yang bisa dijadikan tempat transaksi mereka, banyak tempat makan yang respentatif yang bisa dijadikan tempat transaksi. Dan metro ini kan heterogen masyarakatnya, disini juga banyak rumah kost dan tempat hiburan jadi banyak orang masuk kesini. Jadi kalo mereka mau transaksi disini pun gampang, maka itu tingkat kriminalitas terkait narkoba ini tinggi di metro,” jelasnya.

Srikandi kepolisian itu juga berupaya menekan angka penyalahgunaan Narkoba di Kota Pendidikan dengan mengutamakan pencegahan dan pembinaan.

“Kalo polisi ini kan punya tiga kegiatan tindakan, preventif, preentif, dan refresif. Dari penyuluhan bahaya narkoba di semua kalangan, patroli dan penjagaan kalo memang itu kurang berhasil juga kita lakukan tindakan refresif berupa penegakan hukum. Sebetulnya gini, ini yang kita lawan adalah musuh tanpa wajah jadi narkoba itu enggak ada wajahnya, dia menyerang siapa saja, bisa tua, muda, anak sekolah, pejabat, yang kaya dan yang miskin. Kalo di kelompok kan usia berapa saja, untuk data sekarang kalo di tempat kami ini menyerang anak-anak muda. Tapi intinya ini seperti wabah yang bisa menyerang siapa saja,” paparnya.

Mantan Pimpinan Redaksi Tribratanews ini juga menyatakan, pihaknya telah menerjunkan anggota di setiap kelurahan guna pencegahan secara dini.

“Melalui babinkamtibmas kita yang masuk ke setiap kelurahan, akan memberikan penyuluhan-penyuluhan ke masyarakat terkait apapun termasuk narkoba yang paling berbahaya. Yang jelas untuk wilayah metro ini terkait penyalahgunaan Narkoba, rawan saya bilang,” tandasnya. (Ap)

Redaksi TabikPun :