METRO – Gerakan moral penimbunan jalan rusak di Metro semakin meluas. Kini gerakan serupa dilakukan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Metro bersama masyarakat berbagai wilayah di Bumi Sai Wawai.
Mereka mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Metro untuk ikut serta turun ke jalan gotong-royong bersama warga. Hal itu disampaikan Kordinator aksi AMM Kota Metro, Suwarno. Ia menjelaskan, gerakan yang dilakukan tersebut merupakan bentuk kritik yang ditujukan ke pemerintah Kota Metro.
“Gerakan ini agar masyarakat secara luas dapat terpanggil dengan kondisi infrastruktur kita, bagaimana pun secara moral ini menjadi tanggung jawab walau mestinya bukan masyarakat yang harus turun, ini sebagai kritik bagi pemerintah agar segera melakukan perbaikan infrastruktur,” kata dia saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Senin (27/6/2022).
Menurutnya, hingga kini telah banyak kelompok masyarakat yang tergerak untuk melakukan perbaikan jalan rusak di Metro. Bahkan, Suwarno juga menyerukan pesan moral agar masyarakat bergerak serentak.
“Kemarin itu yang di Jalan Sutan Syahrir adalah gerakan masyarakat yang di inisiasi oleh pemuda bernama Heri Cahyono. Sampai dengan hari ini gerakan moral Gotong-royong perbaikan jalan sudah berlangsung di banyak tempat, Jalan Sukarno-Hatta, Pattimura, Letjen Suprapto, Mayjend S Parman dan Jalan Sutan Syahrir. Ini seruan moral yang kemudian elemen masyarakat lain bisa melakukan hal serupa di daerahnya masing-masing,” jelasnya.
Ia berharap agar Wali dan Wakil Wali Kota Metro Wahdi dan Qomaru Zaman merealisasikan janjinya untuk memperbaiki infrastruktur yang ada sebelum kondisinya semakin parah.
“Gerakan ini hanya untuk mengingatkan komitmen pemerintah terkait dengan program-program yang menjadi janji-janjinya dan harusnya direalisasikan, masyarakat menunggu sudah terlalu lama. Kita prihatin melihat kondisi infrastruktur metro saat ini, kondisi ini sudah dibawah titik nadir. Dulu Metro itu dikenal dengan jalannya yang mulus, sekarang di jalan utama banyak berlubang apalagi di jalan-jalan lingkungan malah lebih parah kondisinya,” bebernya.
Suwarno juga mengancam Pemkot Metro jika tuntutan perbaikan jalan yang rusak di Kota setempat tak kunjung ditanggapi, pihaknya bersama masyarakat bakal melakukan gerakan penimbunan jalan secara masif.
“Jika pemerintah belum juga menghadirkan pembangunan khususnya infrastruktur jalan, kami akan memasifkan gerakan ini dan semua masyarakat terbangun kesadarannya. Kalau kemudian sampai hari ini juga pemerintah belum ada data dimana saja jalan yang akan diperbaiki, ya kita tentu kecewa,” ungkapnya.
Pria yang juga merupakan aktivis sosial tersebut meminta agar seluruh anggota DPRD dapat mendorong Pemkot merealisasikan janji-janjinya.
“DPRD sebagai lembaga mitra eksekutif, fungsi-fungsi pengawasan juga harus di masifkan untuk mengawal program -progam yang sudah dicanangkan oleh pemerintah. Jangan hanya satu atau dua anggota dewan saja, tapi ke 25 anggota dewan yang duduk itu harus mendorong bersama -sama,” ujarnya.
Persoalan infrastruktur yang rusak di Metro murni merupakan kepentingan masyarakat. Untuk itu ia juga meminta agar anggota DPRD berpartisipasi dalam gerakan moral gotong-royong menimbun jalan berlubang.
“Ini murni kepentingan rakyat, bagaimanapun legislatif itu adalah wakil kita di dewan, maka kita minta semua anggota dewan itu mendorong eksekutif. Bila perlu, sebagai tolak ukur komitmen DPRD, mereka juga harus turun tangan saat masyarakat melakukan Gotong-royong perbaikan jalan yang rusak,” ucapnya.
“Karena tidak sedikit jalanan yang rusak itu justru berada di jalan yang dekat dengan rumah anggota DPRD itu sendiri. Kan masyarakat jadi berfikir, ini rumah anggota dewan saja jalannya rusak bagaimana jalan depan rumah masyarakat yang lain,” imbuhnya.
Selain anggota dewan, Wali Kota Metro Wahdi dan Qomaru Zaman juga diminta untuk terlibat dalam gerakan penimbunan jalan jika memang Kota Metro tidak memiliki anggaran perbaikan.
“Dan ketika DPRD itu turun terlibat dalam gerakan moral ini, maka pemerintah daerah harusnya dapat juga turun tangan. Karena gerakan ini juga bagian dari kritik sosial yang mestinya ditanggapi serius oleh pemerintah. Masak harus masyarakat umum terus yang iuran beli material, sementara kita diwajibkan membayar pajak. Mana tanggung jawabnya pemerintah,” tandasnya.
Dari data yang dihimpun, sebelumnya AMM Kota Metro telah menerbitkan poster berisi seruan gerakan moral gotong-royong melakukan penimbunan jalan rusak di Kota Metro. Masyarakat yang terlibat diminta membawa perlengkapan seperti Cangkul, Skop, Karung, Archo dan perlengkapan penimbunan lainnya. (Red)