Kemkominfo RI Gelar Sosialisasi Perpu Ormas, Ormas dan LSM Tidak Tahu ada Sosialisasi

Kasubag Perencanaan Dan Keuangan Diskominfo Kota Metro Yohana Desi Ardianto, S.Hi saat menunjukan lembar surat undangan yang dibagikan, Senin (11/9). (Arby Pratama)

METRO – Kementerian Kominikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) menggelar sosialisasi Edukasi, peningkatkan pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap penertiban perpu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas),Minggu (10/9/2017).

Sayangnya kegiatan dengan tema merawat NKRI melalui Ormas di bumi pertiwi tersebut dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, sebagian besar Ormas dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Bumi Sai Wawai tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut.

Seperti diutarakan Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kota Metro Isa Ansyori yang mengaku tidak mendapatkan Informasi bahkan undangan perihal akan adanya kegiatan tersebut. Ia pun menilai kegiatan tersebut seperti terkesan hanya menghabiskan anggaran saja.

“Tidak ada pemberitahuan masuk ke kami, kalau memang acara itu sosialisasi tentang perpu dan melibatkan ormas di dalam temanya, ya sudah selayaknya dinas terkait memberikan pemberitahuan kepada setiap ormas di Metro. Kalau sudah begini kami turut prihatin atas terselenggaranya acara yang sepertinya hanya menghabiskan anggaran sia-sia, karena banyak masyarakat yang tidak mengetahui,” paparnya saat di konfirmasi tabikpun.com via WhatsApp, Senin (11/9/2017).

Selain tidak tepat sasaran, diskusi publik serta pentas seni yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut sepi pengunjung. Menanggapi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Metro mengakui adanya miskoordinasi dalam penyampaian informasi ke publik.

Hal tersebut disampaikan Kasubag Perencanaan Dan Keuangan Diskominfo Kota Metro Yohana Desi Ardianto, S.Hi saat di konfirmasi tabikpun.com di ruang kerjanya, Senin (11/9/2017). Yohana menyampaikan, pihaknya tidak ikut andil sepenuhnya dalam kegiatan tersebut, dirinya mengatakan Diskominfo Metro hanya membantu memfasilitasi tempat dan meramaikan kegiatan.

“Acara itu kan menunjuk pihak ketiga sebagai EO. Nah, kita hanya diberi tugas untuk menyiapkan tempat habis itu disuruh pengerahan massa. Seluruh surat juga ditanggung oleh mereka (EO), jadi tidak ada satupun surat yang keluar dari kita,” ucapnya.

Terkait pengiriman pemberitahuan berupa surat untuk meramaikan kegiatan tersebut telah disampaikan ke tingkat Kecamatan hingga Lurah di Bumi Sai Wawai.

“Pengiriman surat sudah dibagikan ke kecamatan dan kelurahan untuk diskusi publik itu, kalau untuk pengerahan massa ini sebenarnya sudah kami sampaikan ke masyarakat. Saya juga nggak tahu kok kemaren itu bisa kurang ramai gitu. Mungkin karena harinya Minggu atau bagaimana, saya kurang paham juga,” kata dia.

Ia mengaku tidak mempunyai kewenangan berkoordinasi bersama pers untuk mensosialisasikan kegiatan tersebut. Semua persiapan telah ditangani oleh EO dari kegiatan tersebut.

“Pihak EO mengatakan semua surat ditanggung oleh mereka. Ya kita juga menunggu surat dari mereka, setelah surat sampai di kami, langsung kami distribusikan ke camat lurah dan kepala OPD, Ormas dan Organisasi kepemudaan. Seperti itu saja konsepnya. Sampai sekarang juga kita nggak tau EO nya itu siapa,” tukasnya.(Ap)

Redaksi TabikPun :