Way Kanan – Polemik angkutan batu bara masih menghantui pengguna jalan di Kabupaten Way Kanan. Hingga kini belum ada jurus jitu untuk menekan agar mobil pengerusak jalan tersebut berhenti melintas.
Kapolres Way Kanan AKBP Dony Wahyudi mengatakan, pihaknya masih gencar merazia angkutan batu bara yang tonasenya berlebihan. Selain melakukan tilang, pihaknya menghimbau pengusaha dan supir untuk mengurangi muatan kendaraan.
”Untuk masalah batu bara agar tidak melintas di Kabupaten Way Kanan nanti kita bicarakan kembali. Terkait tonase kita sudah dapat surat kuasanya untuk diperboleh jalan, namun kita harus juga melihat tonasenya. Nanti kita himbau kepada pengusaha dan sopir agar muatannya tidak lagi berlebihan,” ungkap Kapolres disela sesi wawancara dalam acara penyambutan kapolres yang baru di Gedung Serbaguna Pemda Way Kanan, Senin (2/10/2017).
Sementara Bupati Way Kanan H.Raden Adipati Surya S.H., M.H., dalam sambutanya berharap kepada kapolres way kanan yang baru agar segera membangun komunikasi yang baik terhadap pemerintah dan elemen masyarakat. Karena permasalahan yang berkaitan dengan hukum cukup banyak di Kabupaten Way Kanan.
”Karena pembegalan dan pencurian ada dimana-mana. Baru-baru ini terjadi pembegalan di wisata air terjun putri malu. Saya minta kepada polisi,untuk segera menangkap pelaku kejahatan itu. Saya juga harap tidak ada pergantian kapolres lagi sampai masa jabatan saya selesai, karena repot juga harus kenalan terus,” guraunya. (Dian)