Lampung Utara – Lonjakan harga beras di Lampung Utara (Lampura) menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten Lampura. Satu bulan terakhir, harga beras perlahan mulai mengalami kenaikan.
Dedi (45) pedagang di Pasar Sentral Kotabumi mengaku, kenaikan harga beras telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran kurangnya pasokan beras dari distributor, ditambah saat ini belum memasuki panen raya.
“Satu karung beras isi 10 kg kualitas rendah yang biasanya kita jual Rp 95 ribu sekarang harganya Rp 105 ribu.Sedangkan yang standar kita jual dengan harga Rp 110 ribu, sebelumnya harganya Rp 97- Rp 100 ribu. Sementara kualitas yang baik harganya tinggi mas, Rp 140 ribu dulunya cuma Rp 125 ribu,” keluhnya, Senin (15/01/2018)
Ia berharap, pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga beras tersebut. “Kalau kita ni mas hanya bisa berharap kepada pemangku kebijakan itu,” tukasnya.
Menyikapi lonjakan harga beras yang mencapai 10-20 persen di pasaran, dalam waktu dekat Pemkab Lampura berencana akan menggelar Operasi Pasar. Demikian diungkapkan Plt Asisten II, Syahrizal Adhar, usai menggelar rapat bersama Dinas Perdagangan, dan Bagian Perekonomian menyikapi persoalan tersebut di Ruang Asisten II, Senin (15/1/2018).
“Kenaikan harga beras sejak sebulan terakhir, menjadi pembahasan serius Pemkab,” katanya.
Menurut Syarizal, operasi pasar segera dilakukan disejumlah pasar yang ada di Kotabumi. Pihaknya terus melakukan pemantauan dari perkembangan harga beras di pasar. Selain itu, Pemkab juga telah berkoordinasi dengan Bulog Sub Divre Lampura mengenai jumlah cadangan beras pemkab yang ada, dimana jumlahnya mencapai 100 ton.
“Kita terus melihat perkembangan. Jika harganya masih tinggi, maka kami akan melakukan operasi pasar. Dari hasil koordinasi dengan Bulog, cadangan beras kita sekitar 100 ton,” ungkapnya.
Senada diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan, Wan Hendri, menurutnya kenaikan harga beras kwalitas III Rp 10 ribu per kg dari harga normal Rp 9.450 dinilai terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat.
“Faktor penyebab kenaikan ini karena stok di petani terbatas. Dan ini terjadi di hampir setiap wilayah. Operasi pasar ini bertujuan untuk menstabilkan harga di masyarakat. Dari beberapa kegiatan operasi pasar yang akan digelar nanti, berdampak pada kembali normalnya harga. Melalui kegiatan OP yang melibatkan Bulog, diharapkan bisa menstabilkan harga di pasaran,” ungkapnya.
Pada Operasi Pasar, lanjut dia, Bulog akan mendistribusikannuya ke pedagang besar yang menjadi mitra pedagang eceran. Dimana harga beras yang akan didistribusikan pada operasi pasar sebesar Rp 8.500 per kg.
“Dalam pendistribusian dari Bulog ke pedagang hingga ke masyarakat akan dipantau oleh Satgas Pangan Lampura. Sehingga nantinya tidak akan ada kecurangan nantinya. Operasi Pasar akan terus dilakukan. Cadangan beras pemerintah juga terus digelontorkan, hingga harga stabil,” tutupnya. (Adi)