Pringsewu– Listrik merupakan salasatu sumber kebutuhan dalam rumah tangga yakni sebagai penerangan dan kebutuhan lainnya yang tak dapat dipungkiri. Namun nampaknya penerangan kebutuhan di tengah mayarakat ini belum merata dan belum dapat dirasakan warga Pringsewu Lampung khususnya.
Ini dibuktkan sebanyak 162 kepala keluarga (KK) di Pekon (Desa) Sukoharjo Pringsewu hingga kini belum menikmati listrik. Belum terpasangnya sumber penerangan itu dilatarbelakangi mahalnya biaya pasang baru.
“ya mas saya sudah Lama memakai lampu ublik (templok) ini karena tidak adanya biaya untuk memasang listrik, soalnya mahal mas biaya untuk masangnya terus duitnya darimana lagi Mas untuk masangnya sedangkan untuk makan sehari hari saja masih kesulitan “keluh Samikem dan warga lainnya yang mengamini warga Sukoharjo I kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu Lampung.
Menyikapi persoalan tersebut, kepala pekon Sukoharjo I, mengakui belum terpasangnya listrik bagi warganya tersebut, Ia menyatakan warganya saat ini masih menggunakan lampu sentir yang menggunakan minyak tanah, tentu biayanya juga cukup besar mengingat bahan bakar yang digunakan itu tergolong harnya cukup tinggi.
Dirinya akan mengupayakan dan mengajukan keluhan warga ketingkat kecamatan setempat, Ia berharap program pemerintah perepatan pemasangan dapat cepat terealisasi.
“Warga saya banyak sekali yang belum memiliki meteran listrik apakah belum minat atau tidak mampu untuk memasang, dari warga sendiri berbagai alasan jawabannya saat ditanya tentang listrik, jumlah warga saya sendiri ada 162 kepala keluarga yang belum memasang listrik, dari jumlah itu pun ada yang menggunakan lampu minyak, numpang tempat tetangganya, harapan saya sebagai kepala pekon secepatnya program dari pemerintah agar terlaksana karena banyak sekali warga yang belum memasang listrik, untuk data data warga yang belum memasang listrik sudah saya setorkan ke kecamatan sukoharjo” ucap kepala Pekon.
(Nanang)