Ikhtisar
- Delapan startup tersebut adalah Jojonomic, eFishery, 8Villages, Reblood, Riliv, Pasienia, Olride, dan Iwak.
- Startup yang bergabung dengan program ini bisa memanfaatkan beragam fasilitas dari Bank Bukopin, seperti payment gateway, core banking system, hingga credit scoring.
Pada bulan Maret 2017 yang lalu, Bank Bukopin telah meluncurkan sebuah program khusus untuk mendorong pertumbuhan startup fintech di tanah air, yang diberi nama BNVLabs. Seperti ingin menegaskan komitmen mereka, pada tanggal 20 Juli 2017 kemarin mereka pun meluncurkan sebuah coworking space yang berguna untuk memfasilitasi para startup yang menjadi mitra BNVLabs.
Dalam kesempatan yang sama, BNVLabs juga mengumumkan delapan startup yang saat ini telah resmi menjalin kerja sama dengan mereka.
“Kami siap membuka sistem perbankan Bank Bukopin untuk dimanfaatkan oleh para startup tersebut, seperti sistem payment gateway, core banking system, hingga credit scoring,” jelas Adhi Brahmantya, Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi Bank Bukopin, dalam siaran pers yang diterima Tech in Asia Indonesia.
Berikut ini adalah nama-nama dari delapan startup yang telah menjalin kerja sama dengan BNVLabs tersebut.
Jojonomic
Berawal dari layanan pencatatan keuangan pribadi, kini Jojonomic justru fokus menjadi platform Software as a Service (SaaS) untuk mempermudah proses reimbursement. Saat ini mereka pun telah menghadirkan fitur absensi dengan teknologi pengenalan wajah.
Pada bulan September 2016 yang lalu, startup yang didirikan oleh Indrasto Budisantoso ini telah mendapat pendanaan Seri A senilai US$1,5 juta (sekitar Rp19,7 miliar) yang dipimpin oleh Maloekoe Ventures.
eFishery
eFishery adalah sebuah startup asal Bandung yang memproduksi alat pintar untuk memberi pakan ikan. Alat tersebut dilengkapi dengan sensor yang bisa mendeteksi nafsu makan ikan, sehingga bisa memberi makan secara otomatis sesuai dosis yang dibutuhkan.
Pada bulan September 2015, mereka telah mendapat pendanaan Seri A yang dipimpin oleh perusahaan dana investasi asal Belanda Aqua Spark, dan diikuti oleh VC asal Indonesia, Ideosource.
8Villages
8Villages merupakan perusahaan pembuat aplikasi bernama Petani. Dengan aplikasi tersebut, para petani bisa bertukar informasi dengan para pakar pertanian, serta menanyakan berbagai masalah terkait pertumbuhan tanaman.
Para petani juga bisa mengirimkan foto kondisi tanaman, agar para pakar pertanian bisa merespons setiap keluhan petani dengan lebih baik. Aplikasi ini juga bisa berfungsi sebagai forum online yang memungkinkan para petani untuk saling bertukar informasi.
Reblood
Reblood adalah aplikasi yang bisa membantu kita untuk melakukan donor darah secara rutin. Sang founder, Leonika Sari, mulai mengembangkan startup tersebut sejak masih berstatus mahasiswi di kota asalnya, Surabaya.
Riliv
Riliv adalah aplikasi yang memungkinkan kamu untuk mencurahkan isi hati di dunia maya. Dalam aplikasi yang dibuat oleh Audrey Maxmilian Herli ini, kamu akan menemukan para pakar (Reliever) yang bisa memberikan masukan terhadap berbagai permasalahan kamu.
Pasienia
Pasienia adalah aplikasi dengan fungsi menghubungkan pasien dengan keluarga untuk berbagi pengetahuan dan informasi terkait penyakit yang tengah dideritanya. Aplikasi dengan fungsi layaknya media sosial ini kemudian menjadi ruang untuk saling curhat dan memberikan semangat satu sama lain di antara pasien.
Olride
Olride adalah aplikasi mobile yang memungkinkan kamu untuk melakukan bookingantrian di bengkel motor. Selain itu, aplikasi tersebut pun bisa mengingatkan tentang waktu perpanjangan SIM dan STNK, serta menyediakan layanan chatdengan teknisi di bengkel.
Iwak
Iwak merupakan startup asal Nganjuk yang berusaha menghubungkan para pembudidaya ikan dengan para investor yang berniat membantu mereka. Dengan platform yang telah disiapkan Iwak, para investor bisa melihat secara online perkembangan ikan yang dipelihara berkat uang yang mereka keluarkan, serupa dengan konsep yang diusung iGrow.
(Diedit oleh Septa Mellina)