APBD 2021 Kota Metro Disesuaikan Kondisi Pandemi

Wali Kota Metro Achmad Pairin saat Rapat Paripurna Penyampaian Raperda APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2021 di DPRD, Senin (16/11/2020). (Ist)

METRO – Wali Kota Achmad Pairin menjelaskan jika penyusunan APBD tahun 2021 telah disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

“Tentu, karena kita masih dalam suasana pandemi yang memiliki efek besar terhadap kehidupan sosial dan perekonomian. Tapi tetap, pengelolaan keuangan daerah yang tertib, efisien, serta transparan,” ujarnya, Selasa (1/12/2020).

Ia mengaku, prioritas belanja memerhatikan pelaksanaan kegiatan terutama berkaitan dengan pandemi. Karena pada prinsipnya kesehatan merupakan hak asasi manusia serta salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan.

Karena itu, terus Pairin, anggaran kesehatan Kota Metro tahun 2021 dialokasikan sebanyak 27,12 dari APBD. Pun demikian bidang pendidikan sebesar 20 persen dari total belanja daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang.

“APBD Kota Metro juga menyingkronkan antara kebijakan pusat dan daerah, agar mencapai tujuan pembangunan nasional,” imbuhnya. Adapun pendapatan daerah pada APBD 2021 sebesar Rp 908,3 Miliar dan belanja daerah Rp 956,3 Miliar.

Wali Kota menambahkan, sesuai peraturan perundangan, Kota Metro berupaya meningkatkan PAD yang sah dengan menambah penyertaan modal ke Bank Lampung. Dimana saham yang ada di Bank Lampung mencapai Rp 21 Miliar, dengan pendapatan berkisar Rp 6 hingga Rp 7 Miliar.

“Dan untuk memajukan pendidikan sesuai visi misi kita, kita sahkan perda terkait tata kelola perpustakaan daerah secara profesional. Karena perpustakaan memiliki peran penting sebagai sarana belajar masyarakat,” tuntasnya. (Red)

Redaksi TabikPun :