LAMPUNG UTARA – Jarang masuknya Bupati Lampung Utara (Lampura) Budi Utomo diduga berdampak terhadap kedisiplinan pegawai dan perawatan lingkungan kantor Pemkab Lampura. Terbukti, fasilitas cuci tangan di depan pintu Kantor Pemkab Lampura tidak bisa digunakan.
Alhasil pegawai dan tamu yang datang tidak bisa mencuci tangan lantaran air dan sabun tidak tersedia. Kondisi ini tentu bertentangan dengan keharusan kantor tersebut menjadi contoh penerapan protokol kesehatan (prokes).
Pantauan di sekitar kantor, Kamis (19/8/2021), terlihat rerumputan tidak terawat dan tumbuh tinggi, tempat sampah kotor, sampah air mineral berserak hingga cat kusam berjamur dan dinding ditumbuhi sejenis perdu. Tentu hal tersebut menimbulkan kesan kumuh kantor tersebut.
Kondisi tersebut dibantah Kepala Bagian Umum Pemkab Lampura Maryadi akibat bupati jarang ngantor. Menurutnya, petugas kebersihan yang dibagi beberapa kelompok rutin membersihkan lingkungan kantor meliputi ruang kerja hingga halaman.
Terkait cat, Maryadi menyebut tidak anggaran sama sekali bagi pengecatan Kantor Pemkab Lampura tahun ini. Meski begitu, Bagian Umum tetap memerhatikan keluhan masyarakat mengenai fasilitas protokol kesehatan dan kebersihan kantor. (Adi/Yono)