Cegah DBD,  Kalapas Gunung Sugih Kukuhkan Kader Jumantik Narapidana

Cegah DBD, Kalapas Gunung Sugih Kukuhkan Kader Jumantik Narapidana. (Mozes)

Lampung Tengah – Tingginya angka kejadian demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Gunung Sugih termasuk Lapas menjadi perhatian khusus bagi lapas yang memiliki jumlah Lapas yang cukup tinggi. Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Lampung Tengah (Lamteng)  Lapas mengukuhkan kader jumantik narapidana.

Kalapas Gunung Sugih Syarpani menyampaikan, Kader jumantik yaitu merupakan anggota warga binaan di lapas yang sukarela ikut memantau keberadaan nyamuk aedes aegypti di Blok Huniannya

“Hari ini saya melantik kader jumantik, kita turut prihatin dengan tingginya pasien DBD wilayah Gunung Sugih. Kita mencegah sebelum terkena wabah. Kader ini para Napi yang kita latih dan ditunjuk berdasarkan hasil penilaian dari tim medis Puskesmas,” jelasnya saat sosialisasi dan peningkatan kapasitas kader jumantik dalam upaya pencegahan DBD di Lapas Gunung Sugih, Senin (9/7/2018).

Syarpani berterima kasih atas partisipasi pihak untuk pencegahan wabah.

“Terima kasih kepada tim dari Puskesmas Gunung Sugih atas kerjasama dalam kegiatan ini. Kami mengakui dengan kapasitan lapas yang overcrowded tentu berdampak terhadap kebersihan lingkungan, makan pelatihan ini sangat penting demi terwujudnya lapas bebas dari segala macam penyakit,” tutup pria yang baru saja menerima bantuan obat obatan dari dinkes pemkab lamteng ini.

Sementara itu, Kapuskesmas Gunung Sugih mengatakan, bahwa tugas para kader jumantik ini yaitu memantau keberadaan nyamuk di tempat penampungan air, mengecek keberadaan pakaian yg tergantung, mengecek kolam ikan bebas jentik dan ruangan kosong di pastikan bebas jentik serta membuat laporan secara rutin ke puskesmas. “Tugas kader menjaga kebersihan tempat tempat yang telah ditentukan, di bawah bimbingan petugas lapas nantinya membuat lapora secara berkala kepada kami,” ujar Yanti.

Kerjasama dengan lapas ini merupakan kerjasama kesekian kali nya di lakukan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan yg optimal. Adapun kerjasama yang sudah berjalan diantaranya pemeriksaan kesehatan rutin dari puskesmas dua kali dalam seminggu oleh dokter puskesmas , pemeriksaan TB paru, pemeriksaan hepatitis HIV dan Aids, pemeriksaan urine anti narkoba, pemeriksaan Germas dan penyuluhan nya, terakhir kerjasama dalam pemberantasan stunting dg pemenuhan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas dg mengikuti pelatihan STBM Stunting di Dinkes Provinsi yg di sponsori oleh Kementerian Kesehatan RI dengan peserta Kepala Lapas dan Tim Forkompinda Lampung Tengah. (Mozes)

Redaksi TabikPun :