METRO – Beredarnya informasi penculikan anak disejumlah daerah di Lampung menjadi momok para orang tua. Seperti di Kota Metro, para orang tua yang anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar telah mengambil langkah antisipasi, bahkan ada yang sampai bolos kerja menunggu anak pulang sekolah.
Ali Imron warga Mulyojati Metro Barat mengaku resah dengan banyaknya informasi penculikan anak di media sosial. Terlepas benar tidaknya informasi tersebut, ia memilih untuk mengambil langkah antisipasi dengan menunggu anak lebih awal ketika pulang sekolah juga meminta pihak SD IT Al-Mukhsin tempat anaknya menuntut ilmu agar tidak membuka gerbang ketika pulang sekolah.
“Parno lah dengar info begitu, saya sampai ninggalin kerjaan supaya bisa lebih awal jemput anak. Saya juga minta pihak sekolah supaya tidak buka gerbang waktu pulang. Kalau di depan gerbang gitu kan keliatan siapa yang jemput. Kalau dibuka waktu pulang kan ramai, siapa saja bisa masuk. Belum lagi anak-anak kan biasanya jajan dulu keluar. Takutnya momen itu yang digunakan untuk menculik anak. Entah benar atau tidak info itu kita antisipasi,” jelasnya ditemui saat menjemput anaknya, Selasa (30/10/2018).
Ketakutan serupa juga dirasakan Purwadi warga Imopuro Metro Pusat. Banyaknya informasi penculikan anak berupa foto dan video yang beredar di media sosial membuatnya semakin protektif terhadap anak.
“Siapa yang enggak ngeri mas liat foto mayat anak ditemukan dengan perut sudah dibedah dan video penculik ditangkap. Saya sebagai orang tua jelas khawatir lah. Apalagi anak saya perempuan masih kelas III di SDN 7 Metro Timur,” kata dia.
Ia berharap, pihak berwajib dapat memberikan informasi benar tidaknya terkait maraknya penculikan anak tersebut. Sehingga para orang tua tidak panik yang berlebihan.