www.tabikpun.com, Metro – Satuan Narkoba Polres Metro mengamankan Kelik Rudi Karyono (40) dan Rahayu Ningsing (38) pasangan suami istri (pasutri) warga Kelurahan Tejoagung Metro Timur, Kamis (23/3) karena kedepatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu.
Kasat Narkoba AKP Fadil Arohim, S.Sos., M.H., menerangkan, penangkapan keduanya berdasarkan laporan warga sekitar adanya penyalahgunaan narkoba. Mendapatkan laporan tersebut Tekab 308 Sat Narkoba Polres Metro meluncur ke lokasi memastikan laporan dari masyarakat.
”Kami mengamankan kedua tersangka di kediamannya Rt 005 Rw 002 Kelurahan Tejoagung Metro Timur pada Kamis (23/3) sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah dilakukan penggeledahan, ternyata benar kami menemukan plastik klip berisi kristal bening yang kami duga adalah narkoba jenis sabu-sabu,” paparnya saat ekspose di Polres Metro, Rabu (5/4).
Dari tangan kedua tersangka berhasil diamankan Barang bukti dompet berwarna hitam yang di dalamnya berisi satu plastik klip bening ukuran sedang berisi kristal bening yang diduga sabu seberat 0,44 gram. Juga tiga plastik klip bening yang masih kosong namun sudah dibandrol harga Rp 100 ribu, Rp 150 ribu, dan Rp 250 ribu, serta alat hisab sabu dari botol air mineral.
”Sementara keduanya dikenakan Pasal 112 ayat UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Tetapi dilihat dari barang bukti plastik klik yang sudah dihargai itu bisa saja mereka menjual. Artinya bisa dikenakan pasal yang lain. Masih kita kembangkan lagi. Barang itu diakui Kelik dibeli dari seseorang yang mereka panggil pak lek di Tegineneng,” imbuhnya.
Sementara Kelik yang berprofesi sebagai mekanik mengaku baru empat bulan mengkonsumsi sabu-sabu. Ia menggunakan barang haram tersebut berdalih untuk menambah stamina saat bekerja.
”Belum lama, baru empat bulan. Itupun tidak sering. Istri saya tadinya tidak pakai narkoba, tetapi saya paksa. Kalau harga di plastik itu cuma iseng saja mas,” akunya.
Sedangkan Rahayu mengaku baru empat kali menggunakan sabu-sabu. Saat mengkonsumsi sabu-sabu ia merasa bersemangat dan menghilangkan rasa lelah saat ia menjalankan profesinya sebagai pembuat pecel.
”Ngulek itu kan cape mas, setiap abis kerja badan saya pegel-pegel. Tapi waktu saya pakai sabu-sabu rasanya berbeda,” tukasnya. (ga)