Metro – Hoax, begitulah laporan yang diterima Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Metro Ir. Ria Andari soal pernyataan Ketua Dewan Pendidikan Kota Metro (DPKM) Yahya Wilis yang menyebut terdapat 19 orang guru SMPN 10 ingin di mutasi.
Dirinya menyatakan bahwa Kabid Tendik dan Korwas dinas pendidikan setempat telah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi kepada para guru disekolah, tapi ternyata hal yang disampaikan DP tersebut tidak sesuai fakta.
“Tadi saya suruh staf saya turun, katanya itu Hoax enggak ada. Tadi saya suruh kabid saya, kabid ketenagaan beserta pengawas untuk memeriksa langsung dan sepertinya tidak ada berita itu,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, usai menghadiri Musrenbang Kota Metro Tahun 2019 di gedung Wisma Haji Al-Khairiyah, Metro Pusat, Kamis (1/3/2018).
Mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kebudaayan Provinsi Lampung itu kembali menegaskan bahwa informasi yang disampaikan Dewan Pendidikan ke Walikota Metro itu adalah berita bohong atau Hoax.
“Hoax, karena dewan pendidikan tidak datang ke dinas pendidikan. Tapi tadi pagi staf saya sudah turun, kabid ketenagaan beserta pengawas untuk melihat dan memantau agar pembelajaran di sekolah bisa berjalan seperti biasa. Yang jelas saya tanya sama staf saya tidak ada, apakah itu hoax atau apa,” kata dia.
Tak hanya itu, walapun secara tidak langsung dilontarkan. Ria beranggapan DP telah melakukan penilaian secara sepihak, yang seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan Disdikbud bukan ke Walikota langsung.
“Kenapa dewan pendidikan juga mengambil nya sepihak, tidak ke kita. Mestinya dari sana ya ke kita dong supaya berimbang. Ini dewan pendidikan ini ada dimana ini berarti, kan kita ini mau sama-sama. Saya terus terang saja bagi saya SMP 10 itu ahir-ahir ini luar biasa, tetapi inilah dinamika. Dan bagi saya yang terpenting adalah anak-anak, saya tidak ingin merugikan anak-anak saya hanya karena satu dua persoalan sebenarnya bisa kita selesaikan,” jelasnya.
Ketika disinggung apakah kepsek tersebut akan dipindahkan, kepada awak media Ria hanya meminta untuk menunggu. “Tenang saja tunggu saja tanggal mainnya, tunggu tanggal mainnya ya,” singkatnya. (Ap)