Kisah Mbah Sutijah, Wanita Kuat Penjual Sayur Demi Hidupi Dua Anak

Diusia senja Sutijah tetap semangat mencari rezeki untuk menghidupi kedua anaknya. (Andika) 

TULANG BAWANG BARAT – Seorang wanita yang tampak sudah tidak muda lagi terlihat menyusuri Jalan Tiyuh Tunas Jaya Gunung Agung Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).

Di pundaknya menggendong bakul berisi sayuran menggunakan selendang. Meski terlihat letih, sambil berjalan ia melihat sekitar sambil menawarkan dagangannya dengan suara lantang “daun singkong, sayur-sayur” seru wanita yang akrab disapa Mbah Sutijah.

Semangat wanita berusia 68 tahun ini memantik rasa ingin tahu pewarta tabikpun.com untuk berbincang. Bertanya, apa bahan bakar semangatnya hingga mampu bertahan di bawah terik matahari berjalan kaki berkeliling kampung berjualan sayuran diusia yang tidak muda lagi.

Cukup sulit berbincang dengan Mbah Sutijah, karena faktor usia pendengarannya pun mulai melemah. Namun Mbah Sutijah tetap dengan tulus bercerita alasanya tetap berjuang untuk mencari rupiah.

Mbah Sutijah mengaku harus mencari rezeki untuk menghidupi kedua anaknya yang mengalami sedikit gangguan kejiwaan. Dimana mencari rupiah menjadi hal wajib dilakukanya sejak lama ditinggal berpulang sang suami.

Beruntung Mbah Sutijah yang tinggal di Tiyuh Tunas Jaya Kecamatan Gunung Agung Tubaba mendapat belas kasih warga setempat yang mengizinkannya mengambil bermacam sayuran dari kebun untuk dijual kembali.

Namun upaya tersebut tidak selalu bisa dijalani Mbah Sutijah, maklum diusia senja terkadang ia merasa sudah tidak sanggup lagi berjalan kaki untuk mencari rezeki. Padahal, untuk pengorbanan yang tidak bisa dilakukan semua wanita seusianya itu, Mbah Sutijah hanya mendapat uang Rp 15 Ribu.

“Masih ingin gerak badan, berjalan-jalan biar sehat. Kalau di rumah saya malah sedih tidak melakukan apapun,” kata Mbah Sutijah, Senin (19/8/2019).

Setelah beberapa menit berbincang, beberapa orang datang karena mendekat membeli sayuran Mbah Sutijah. Seorang pembeli, Siti mengaku sengaja membeli karena kasihan melihat Mbah Sutijah yang masih berjualan meski usianya sudah senja. Sifat baik dan pantang menyerah Mbah Sutijah pun membuat warga sekitar simpati.

“Sengaja beli agar cepat habis. Kebetulan belum ada sayuran juga untuk di masak nanti sore,” aku Siti. (Andika)

Redaksi TabikPun :