LAMPUNG TENGAH– KPU Lampung Tengah (Lamteng) mengajukan penambahan anggaran Pilkada ke Pemkab Lamteng Rp 12,239 miliar. Penambahan anggaran tersebut diperuntkan bagi penambahan TPS dan Alat Pelindung Diri (APD).
Ketua KPU Lamteng, Irawan Indrajaya menerangkan, pihaknya telah membahas sinkronisasi anggaran pilkada dengan Tim Pengelola Anggaran Daerah (TPAD). Hasil sinkronisasi dan efisensi anggaran sesuai NPHD sebelumnya bisa sebesar Rp2 miliar.
“Dengan digelarnya pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini, kita membutuhkan penambahan anggaran sekitar Rp14 miliar. Jadi dengan efisensi yang sudah dilakukan, harus ada penambahan anggaran sekitar Rp12,239 miliar. Rp12,239 miliar ini yang diajukan ke TPAD Lamteng,” katanya, Senin (15/6/2020).
Penambahan anggaran ini, kata Irawan, untuk penambahan TPS dan APD penyelenggara. Berdasarkan protokol kesehatan Covid-19, setiap TPS minimal 500 pemilih, sebelumnya tiap TPS bisa 500-800 pemilih.
“Hasil perhitungan kita, ada penambahan 890 TPS dari sebelumnya 1.500 TPS. Jadi total nanti ada 2.390 TPS. Anggaran yang diajukan untuk beberapa item sesuai protokol kesehatan. Termasuk untuk APD penyelenggara,” ujarnya.
Respons TPAD Lamteng terkait penambahan anggaran ini, kata Irawan, penambahan anggaran ini akan disampaikan ke pusat dengan harapan ada sokongan APBN. “TPAD Lamteng juga menyerahkan ke pusat. Ya, berharap dukungan dari APBN. Kita juga sudah minta buat berita acaranya. Berita acaranya sudah kita sampaikan ke KPU Provinsi dan KPU RI serta ditembuskan ke Kemendagri dan Kemenkeu,” ungkapnya.
Jika tidak ada sokongan APBN, tambah Irawan, kembali ke format awal hanya 1.500 TPS. “Risikonya kluster baru pandemi Covid-19 karena tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Positif Covid-19 kemungkinan akan bertambah,” tegasnya.
Ia juga meminta BPBD dan Dinas Kesehatan agar memberikan fasilitas kesehatan bagi penyelenggara. “Saya sudah komunikasi dengan BPBD dan Diskes secara lisan agar bisa memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi penyelenggara. Kalau secara tertulis belum. Tapi respons dari koordinator Tim Gugus Tugas akan difasilitasi. Apalagi mulai hari ini PPK dan PPS mulai aktif,” ungkapnya.
Senada diungkapkan Sekretaris KPU Lamteng Faisal, bahwa telah mengajukan penambahan anggaran sekitar Rp12,239 miliar plus APD. “Kalau untuk penambahan TPS sekitar Rp5 miliar lebih. Hasilnya diserahkan ke APBN. Jika APBN tidak bisa membantu penambahan anggaran, kembali ke awal pemilihan hanya menggunakan 1.500 TPS,” katanya.
Sayangnya Kepala BPKAD Lamteng Rusmadi belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon, handphone nya dalam keadaan tidak aktif. Diketahui, naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) Pilkada Lamteng antara Pemkab dan KPU Lamteng sebelumnya telah disepakati Rp 48,750 miliar. (Mozes)