TABIKPUN, METRO- Pemerintah Kota Metro tampaknya sedang gencar dan serius dalam upaya mendukung pencegahan dan penyalahgunaan narkotika khususnya di Bumi Sai Wawai.
Wakil Walikota Metro, Djohan yang juga menjabat sebagai ketua Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Metro membuka kegiatan penyuluhan pencegahan peredaran, penggunaan narkotika dan minuman keras kepada 250 peserta dari berbagai kalangan digedung Sinode, selasa, (19/04/16).
Acara tersebut juga dihadiri kasat narkoba Polresta Metro, kepala kesbangpol, Dedy Fryadi Ramli, dinas kesehatan serta sejumlah kepala SKPD se-kota Metro. selain itu turut hadir dalam acara ini ketua FPLA dan seluruh kepala sekolah SMA/SMK yang ada di kota bumi sai wawai.
Kepala Kesbangpol Kota Metro, Dedy Ramli selaku ketua penyelenggara menyatakan, kegiatan ini bertujuan atau salah satu langkah gerakan bersama menyelamatkan generasi muda dari pengaruh Narkoba dan Miras yang harus melibatkan semua pihak. Terlebih, demi menyongsong Indonesia Emas pada 2045 mendatang, generasi muda harus terbebas dari pengaruh bahaya Narkoba.
” Perlu adanya penyuluhan dan penerangan kepada masyarakat bagaimana dampak dan bahayanya Narkoba terhadap Generasi Muda kita,” ucap Dedy.
Peran serta masyarakat serta kaum pelajar disemua tingkatan sangat dibutuhkan untuk mengawasi dan memerangi peredaran Narkoba serta Miras dilingkungannya, khsusnya dikota Metro.
” Pengguna Narkoba di Indonesia setiap tahun terus meningkat. Tercatat pada 2007 lalu pengguna Narkoba mencapai angka 81.702 orang. Ini dilingkungan pelajar dari tingkat SD,SMP dan SMA” jelasnya.
Lebih lanjut Dedy mengungkapkan, Lampung sendiri masuk peringkat 10 besar Nasional bahkan masuk peringkat 3 di Sumatera pengguna dan peredaran Narkoba.
ketua BNN Kota Metro, Djohan mengapresiasi kegiatan ini. Diharapkan dengan adanya penyuluhan tentang bahaya Narkoba dapat menambah wawasan serta dapat memahami begitu bahanya dampak Narkoba dan Miras bagi generasi muda penerus Bangsa.
“Jajaran Pemerintah kota metro bertekad dan berkomitmen melakukan upaya-upaya komperehensif untuk menanggulangi dan memberantas peredaran Miras dan Narkoba'” tegas Djohan.
Djohan mengatakan, guna terwujudnya visi kota Metro sebagai kota penidikan dan wisata keluarga yang berbasis ekonomi kerakyatan berlandaskan pembangunan, tentu dibutuhkan partisipasi dan kerja nyata dari semua pihak agar kedepanya kota Metro lebih baik dan lebih maju dan terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan miras dan Narkoba.
(red)