Mahasiswa STIH Kotabumi Gelar Talkshow Mendobrak Sikap Kritis

Para dosen STIH kotabumi Lampura berfose bersama narasumber talkshow

LAMPUNG UTARA- Melihat kondisi saat ini, Banyak para kalangan mahasiswa yang justru bukam melihat kebijakan pemerintah dalam mengambil keputusan yang tidak sepatutnya dilakukan, Sekaligus memperingati hari jadi 31 Tahun Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIH-M) Kotabumi menggelar Talk Show. Bertemakan Mendobrak Kebekuan Sikap Kritis Dan Harmonisasi Gerakan Mahasiswa, Aktivis Kampus ini menggelar talkshow di halaman Cafe Legalita Kotabumi, Sabtu malam (24/2/2018).

Hadir sebagai narasumber pada acara tersebut, akademisi Universitas Lampung (Unila), Dr. Tisnanta, SH.,MH dan akademisi Universitas Muhammadiyah Metro (UMM), Dr. Oki Hajiansyah, SH.,MH dan di moderatori akademisi STIH-M yang juga merupakan salah satu Hakim Tipikor Lampung, Dr. Selamet Haryadi, SH.,M. Hum.

Pada kesempatan itu, Ketua STIH-M, Dr. Didiek Mawardi, SH., MH dalam sambutannya menyatakan STIH-M merupakan bagian dari gerakan dakwah amal ma’ruf nahi mungkar wadah besar persyarikatan Muhammadiyah.

” Yang namanya gerakan tentu tidak status quo, harus berkemajuan. Oleh karenanya bagaimana kita bersama-sama terus memelihara sikap kritis yang juga harmoni dengan didasari ilmu pengetahuan beserta ahlak untuk pembangunan peradaban. Keberadaan STIH-M untuk mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat,” ujarnya .

Sebelum memulai diskusi, Slamet Haryadi (Moderator) mengajak seluruh yang hadir disana untuk merenungkan hakikat keberadaan kaum berpendidikan (Mahasiswa dan Dosen) dengan intelektualitas​ yang dimilikinya mampu berfikir dan berkontribusi dalam pembangunan dan penyelesaian masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat.

” Mari kita wujudkan sinergisitas Dosen dan Mahasiswa agar bisa menebar kemashlahatan ummat dan berbuat yang terbaik bagi pembangunan daerah,” kata Selamet.

Dalam paparannya, Tisnanta (narasumber) menyampaikan, ciri-ciri gerakan dia selalu dinamis dan berkemajuan dan Muhammadiyah menghadirkan ciri-ciri tersebut yakni aktif, dinamis dan optimis.

Sementara itu, Dr. Oki Hajiansyah Wahab, SH, MH yang juga  narasumber memaparkan, bahwa mahasiswa merupakan elemen penting dalam masyarakat sebagai motor penggerak penyelesaian masalah yang ada di masyarakat. Tidak ada mahasiswa yang bodoh melainkan kebuntuan untuk menggali potensi-potensi yang dimilikinya. Setiap style dan pola  gerakan mahasiswa pun berbeda-beda di setiap tempat dan zamannya dimana dia berproses. Mahasiswa harus memiliki kepercayaan diri, performance dan spirit yang kuat.

Acara yang dihadiri sejumlah Dosen dan aktivis kemahasiswaan itupun berlangsung hangat selama kurang lebih dua jam. ( Adi)

Redaksi TabikPun :