METRO – Mantan Paskibraka Nasional tahun 2019, Bagas Satria Wijaya (17) juarai kompetisi Mekhanai Kota Metro 2021. Bagas keluar sebagai juara berpasangan dengan Prisya Manda Ardana (17).
Pria pemilik tinggi badan 177 cm tersebut mengatakan, strategi yang digunakan untuk memenangkan persaingan tersebut serupa dengan upaya yang dilakukan ketika dirinya menjadi salah satu pengibar bendera di istana.
“Strategi saya sih sama ketika saya jadi salah satu pengibar di nasional tahun 2019. Saya hanya memperkuat mental saya. Fokus terhadap tujuan saya, saya tahu saya harus melakukan apa dan melangkah ke mana. Dan itu semua dilakukan dengan hati nurani yang ikhlas,” katanya kepada tibikpun.com, Sabtu (28/8/2021) petang.
Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi ajang serupa di tingkat Provinsi. “Untuk di provinsi saya akan siapkan mental yang utama, karena tadi sempat gugup. Untungnya saya bisa kendalikan, mudah-mudahan ke depan saya bisa lebih baik lagi,” ucap Bagas.
Sementara, juara Muli Kota Metro 2021, Prisya mengatakan, capaian yang ia raih saat ini berkat giat belajar dan dukungan dari orang terdekat.
“Yang pasti belajar terus. Dan keluarga, sahabat, serta teman-teman juga tak pernah berhenti mendukung,” tuturnya.
Untuk persiapan di provinsi, ia mengaku akan minta bimbingan dari para senior dan mentor yang profesional.
“Biar lebih matang lagi, saya akan minta bimbingan dengan senior-senior yang berpengalaman untuk membimbing saya dan mengkhanainya. Pesan untuk teman-teman yang sudah mengikuti ini, kalian semua terbaik,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Dewan Kesenian Metro (DKM), Muadin bersyukur, karena pemenang yang terpilih memenuhi standar nasional. Pun, ia sebagai salah satu dewan juri mengaku bahwa penilaian sudah objektif.
“Jadi dua yang terpilih itu sudah memenuhi standar nasional karena dewan juri dari kami juga berasal dari Bandar Lampung, semua juri objektif,” bebernya.
Juri lainnya, Travelbydedy, seorang Asesor Pariwisata dan Traveller 30 Negara, mengaku kesulitan dalam menilai, sebab para pesera menyajikan penampilan yang sama hebat.
“Akhirnya kami sudah pilih yang terbaik dari yang terbaik. Karena mereka lewati kualifikasi dan seleksi-seleksi yang sangat ketat,” katanya.
Seorang Juri lainnya, Antokoe, CAT Pramugari, menjelaskan indikator dalam penilaiannya, yaitu etika, penampilan, pengetahuan, dan tinggi badan.
“Yang penting tinggi, attitude, dan knowlage. Jadi tidak hanya tampan dan cantik, tapi punya kecerdasan juga,” terangnya.
Ia berharap, para pemenang lebih siap dalam mengahadapi ajang di provinsi mendatang. “Pesan untuk pemenang, kita akan tempa lagi mulai dari penampilan, pengetahuan, hingga publik speaking-nya. Biar mereka siap di Provinsi,” pungkasnya. (Adi Herlambang)