WAY KANAN- Aksi kecaman terhadap pernyataan Kapolres Way Kanan AKBP. Budi Asrul Kurniawan S.IK terus mengalir. Sejumlah perwarta gabungan yakni PWI , Forum Wartawan, IJTI pokja Wayka bersama tokoh masyarakat dan anggota DPRD setempat, turun ke jalan guna memprotes dugaan penghinaan oleh perwira berpangkat melati dua itu.
Dalam aksi, mereka menuntut agar kapolres tersebut mundur dari jabatannya selaku kapolres dan hijrah dari tanah Lampung. Pasalnya, Ia dinilai telah merendahkan martabat profesi jurnalis serta diduga melecehkan masyarakat Lampung.
Salah satu tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD kabupaten Way Kanan ikut dalam aksi itu mengatakan, perkataan dan hinaan yang dilakukan oleh kapolres sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan. Bukan hanya wartawan yang menjadi korban, namun Ia selaku warga Lampung juga ikut tersinggung dengan pernyataannya.
“saya tegaskan,didalam aksi ini kami tidak hanya meminta kapolres mundur dari jabatannya. Tapi harus masuk kedalam ranah hukum,ahok saja terkena hukuman penjara karena menghina umat muslim. Ujarnya”
Ia juga menambahkan, apa maksudnya menghina wartawan dengan mengatakan wartawan tai kucing, selain itu orang Lampung mana yang dianggap cacingan”, keluhnya .
“Dia itu kan pejabat kepolisian, kok dia menghina wartawan didepan masyarakat umum. Lalu dalam rekaman tersebut saya juga mendengar bahwa orang Lampung kelas cacingan apa maksudnya. Saya akan mengawal perbuatan tercela ini ke ranah hukum, selain itu besok kami akan menggelar aksi yang lebih heboh dengan melibatkan lima kebuaian masyarakat lampung way kanan”, ancamnya. ( Dian)
Baca juga berita sebelumnya: