METRO – Warga Metro harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona. Pasalnya, 10 orang kembali tercatat positif terpapar Covid-19.
Pasien yang terkonfirmasi positif yakni pasien nomor 78 berinisial AS berusia 41 tahun warga Iringmulyo Metro Timur. Kronologinya, pasien ini bekerja di Jakarta pada 21 Oktober dan pulang ke Lampung, kemudian menjalani perawatan di RS pada 25 oktober 2020.
Pada 3 November, ia berangkat ke salah satu RS di Bandar Lampung untuk menjalani operasi, namun saat dirapid hasilnya reaktif. Kemudian Ia pulang ke Kota Metro dan menjalani swab, hasil swab dinyatakan positif. Kini pasien tersebut menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
Kemudian pasien nomor 79 bsrinisia (RD) berusia 20 tahun. Pasien ini merupakan anak dari pasien nomor 68 beralamatkan di Imopuro Metro Pusat.
Dari kronologisnya, ia terkonfirmasi hasil dari tracing ayahnya pasien 68 berinisial A berusia 68.
Pasien berikutnya yaitu pasien nomor urut 80, berinisial ED. Pasien berusia 57 tahun ini merupakan istri dari pasien nomor 68 beralamatkan di Imopuro Metro Pusat. Pasien ini terkonfirmasi hasil dari tracing suaminya. Hasil swab positif dan juga terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
Pasien berikutnya bernomor 81 inisial RMF berusia 1,5 tahun, warga Yosodadi Metro Timur. Bocah ini diduga tertular dari pasien 70 berinisial DW. Pasien nomor urut 82 berinisal YO usia 27 tahun warga Yosodadi Metro Timur.
Disusul pasien nomor urut 83 inisial LS usia 41 tahun, alamat Yosorejo Metro Timur. Selanjutnya pasien nomor urut 84, pasien ini berinisial FJ usia 13 tahun, pasien nomor urut 85 inisial SEY usia 19, pasien nomor urut 86 dengan inisial WM usia 12 tahun dan pasien nomor urut 87 inisial RPS usia 13 tahun. Kini ke 4 pasien tersebut jalani isolasi mandiri di Pondok Ahmad Dahlan Mulyojati.
Terpaparnya pelajar SMP ini bermula dari pasien nomor 84 sampai dengan pasien nomor 87, dimana pada 21 Oktober pihak sekolah/pondok mengutus 3 orang pengasuh/ustaz dan 2 orang siswa/santri melayat alm Tn. TW, dimakamkan secara covid (Swab belum diketahui). Pada 26 Oktober 2020 ada beberapa santri/siswa mengeluh demam dan hilang rasa penciuman dan lidahnya. Pihak pondok/sekolah melakukan rapid tes mandiri terhadap siswa/santri tersebut dengan hasil Non-reaktif.
Namun pada 4 November, tim puskesmas melakukan tracing terhadap 50 orang siswa/santri dan pengasuh yang masih di asrama/pondok. Setelah dirapid tes, ada 5 orang yang dinyatakan reaktif. Selanjutnya pada 5 November ke 5 orang tersebut diswab dan pada 9 November hasil swabnya nyatakan 4 orang positif. (Red)