LAMPUNG BARAT – Mengantisipasi wabah virus corona yang terus berkembang akhir-akhir ini, Pemkab Lambar melalui Dinkes dan Diskominfo setempat, menggelar konferensi pers sekaligus membuka posko dan media center “Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19”.
Melalui Posko itu, setiap Senin-Jum’at pada jam kerja, pihak yang bertugas dalam posko akan memberikan update terkait ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 yang berkembang di Lambar.
Kadis Kesehatan Lambar, Paijo, mengimbau untuk masyarakat yang datang dari luar kota atau luar negeri, saat kembali ke Lambar agar melapor pada instansi kesehatan setempat serta mengisolasi dirinya selama 14 hari.
“Mereka dikategorikan ODP, dan isolasi ini dimaksudkan untuk melihat apakah orang tersebut memiliki gejala-gejala covid-19 seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas,” tegasnya saat konferensi pers di Aula Dinkes, Rabu (18/3/2020).
Dijelaskannya, dari pantauan Puskesmas yang tersebar di seluruh Lambar, pihaknya mencatat ada 57 orang, termasuk 2 orang di Kecamatan Pagar Dewa yang kambali dari luar negeri, masuk dalam ODP. Dan hasil pemantauan selama 14 hari, Puskesmas setempat menyatakan bahwa ke 57 ODP ini tidak memiliki gejala covid-19.
“Kemarin ada juga di Kecamatan Sumberjaya, 2 masyarakat setempat baru kembali dari Negara Jepang. Mereka sempat masuk dalam kategori PDP, namun setelah diberikan penangan selama 14 hari, keadaan mereka membaik dan puskesmas setempat pun telah menyatakan bahwa mereka negatif dari covid-19,” imbuh Paijo.
Sementara itu, Kadis Kominfo Lambar, Maidar, berharap kepada masyarakat agar tetap tenang mengenai penyebaran covid-19 yang berkembang di Lambar.
“Kami ingin masyarakat dapat segera melaporkan ke instansi kesehatan terdekat atau menghubungi Call Center 112, apabila ada tetangga atau keluarganya yang baru datang dari luar kota atau luar negeri serta memiliki gejala covid-19,” singkatnya. (Angga)