Way Kanan – Melihat kondisi terakhir bencana alam yang terjadi khususnya banjir, yang menimpa disejumlah daerah di Kabupaten Way Kanan, Pemkab setempat menetapkan status Kabupaten Way Kanan sebagai daerah tanggap darurat. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati H.Edward Anthony bersama sejumlah SKPD menggelar konferensi pers di Aula Sekretaris Daerah, Selasa (27/2/2018).
Dari data yang dihimpun oleh pemerintah daerah, ada 10 kecamatan di kabupaten way kanan yang terkena dampak banjir,6 kecamatan diantaranya adalah yang paling parah. Selain itu ada 38 kampung, dan kurang lebih 1.500 kk yang terisolir.
Sedangkan dari bidang pertanian dan perkebunan,pemerintah mencatat ada 1.222 hektar yang terendam. Diantaranya ada 191 hektare lahan pertanian padi sawah,dan 13 hektare palawija yang letaknya tepat berada di bantaran sungai way umpu.
Pada awak media wakil bupati mengatakan, sejauh ini pemerintah sudah memberikan bantuan berupa makanan pokok,serta tim medis yang sudah disiagakan dibeberapa tempat yang terdampak banjir.
”Kami sudah membagikan beras dan mie instant kepada warga yang terkena dampak banjir. Sejauh ini persediaan beras pemerintah sudah menyiapkan 100 ton beras yang akan didistribusikan kepada 1.500 kepala keluarga. Selain itu tim medis berjaga 24 jam,untuk mengantisipasi apabila ada keluhan masyarakat akibat bencana alam ini,” tukasnya.
Sejauh ini, lanjut dia, belum ada posko pengungsian yang didirikan. Pasalnya, warga yang terkena dampak banjir hampir keseluruhan memiliki rumah panggung.
”Jadi pengungsi bisa dibilang nihil. Serta menurut kami, rumah yang di tempati masih dibilang aman dari banjir. Karena kenaikan debit air tidak begitu signifikan, berkisar di 80 ml perhari,” tutupnya. (Dian)