www.tabikpun.com, Metro – Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim mengaku resah, lantaran terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan dengan keluarnya surat Pemerintah Kota (Pemkot) yang ‘mengusir’ kampus mereka.
“Kami baru dengar kabar tadi pagi dari media. Jika benar kampus ini mau digusur, ya kami bingung. Jujur saya sedih, saya masih semester dua. Gimana nasib kami ini,” beber Muchlis, mahasiswa jurusan Hukum Keluarga (HK) Fakultas Syariah IAI Agus Salim, Kamis (18/5).
Ia menilai, mahasiswa bertugas belajar dan menuntut ilmu. Ini sesuai dengan visi daerah sebagai kota pendidikan. Karenanya, ia berharap pemerintah harus mendukung penyelenggaraan pendidikan.
Tak jauh berbeda, Ade Febrianto mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Syariah berharap, Pemkot Metro memikirkan nasib ribuan warga yang menempuh pendidikan di IAI Agus Salim.
Seandainya, terus Ade, keputusan pemerintah memberikan waktu hanya enam bulan tanpa ada toleransi dan pengertian kepada IAI Agus Salim, maka hal tersebut dapat menimbulkan gejolak pada kalangan mahasiswa.
“Kalau tidak ada toleransi, tidak mau memikirkan nasib kami, ya kami dengan berat hati siap turun ke jalan berbela sungkawa atas matinya dunia pendidikan di Metro. Ada ribuan orang yang menempuh pendidikan di sini, begitu juga ribuan alumni yang sudah lulus,” tandasnya.
Dikonfirmasi terkait kabar tersebut Wali Kota Achmad Pairin menyatakan jika visi sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga merupakan visi dirinya atau Pemkot Metro. Bukan merupakan visi pihak lain atau IAI Agus Salim.
“Tanah ini kan milik pemda. Kalau anda punya tanah, dipakai orang 50 tahun, terus ganti rugi apa. Mestinya saya yang minta ganti rugi. Soal bangunan, ya salahnya sendiri bangun. Yang suruh bangun siapa,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.
Ia mengaku, suatu kesepakatan ganti rugi dalam menurut perjanjian tersebut bisa secara langsung batal. MoU jika bertentangan dengan undang-undang lebih tinggi, maka secara otomatis itu batal.
“Yang punya tanah itu kan saya, saya mau pakai, ya salah sendiri bangun. Dan yang punya visi pendidikan itu saya. Pemkot Metro. Bukan yang lain, bukan Agus Salim ya,” tandas mantan Bupati Lampung Tengah tersebut.
Sementara Ketua I IAI Agus Salim Kusnul Fatarip mengaku, pihaknya memiliki lahan yang ada di Kantor Kelurahan Yosorejo. Dimana telah dibangun Puskesmas dan Rumah Dokter, tanpa pernah menuntut kompensasi kepada pemerintah.
“Itu puskesmas dan rumah dokter berdiri di atas tanah seluas 2.600 meter yang dipercayakan kepada kami. Selama ini kami diam. Jadi kami ini punya kontribusi, bukan cuma turut membangun SDM, tapi lahan juga untuk pelayanan kesehatan,” bebernya.
Sebelumnya diberitakan, Pemkot Metro secara resmi meminta dua institusi, IAI Agus Salim dan SMP Islam YPI Metro yang berlokasi di Jalan Brigjend Sutiyoso segera angkat kaki dalam tempo enam bulan.
Dalam surat yang ditandatangani Sekkot Metro Nasir AT menyatakan, pihak kedua untuk segera menyerahkan barang milik daerah kepada Pemkot Metro. Pemkot tidak dapat memperpanjang sewa menyewa.
Selanjutnya, YPI diminta untuk segera mencari lokasi baru sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Namun, dalam surat tersebut, Pemkot tidak memberikan alasan terkait tidak bisa memperpanjang sewa. (ap/ga)