METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro kembali menambah fasilitas kamar dan tempat tidur khusus pasien Covid-19 di RSUD Ahmad Yani. Hal itu disampaikan Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, Selasa (10/8/2021).
“Sekarang ruang VIP kan kosong. Jadi kamk gunakan sebagai ruang isolasi. Itu ada 14 ruangan. Jadi penambahan 14 kamar itu. Kemarin sudah dipakai dokter dan perawat. Dan sekarang sudah sembuh,” katanya.
Penambahan kamar dan tempat tidur, lanjutnya, peruntukan pasien positif Covid-19 yang tidak membutuhkan oksigen. “Ini sebagai upaya pemerintah dalam menolong keselamatan pasien, khususnya Covid-19,” jelasnya.
Ia meminta, penambahan kamar dan tempat tidur di RSUD Ahmad Yani juga dapat diikuti rumah sakit lainnya. Terutama RS Muhammadiyah dan RS Mardiwaluyo yang juga sebagai rujukan bagi pasien covid-19.
“Kamk sudah sarankan sih, baik RS Muhammadiyah maupun Mardiwaluyo. Jadi, begitu BOR tinggi agar tempat tidur segera ditambah. Ini sebagai antisipasi jika terjadi penambahan pasien. Sehingga bisa melayani dengan maksimal,” terangnya.
Selain di RSUD, terusnya, untuk ketersediaan kamar isolasi juga telah disiapkan di Bumi Perkemahan (Buper). Sedangkan rumah isolasi di Kelurahan Tangguh Mandiri (KTN) saat ini masih dalam persiapan.
“Kami masih ada rumah isolasi KTN yang belum siap. Nanti kalau sudah selesai semua bisa langsung dipakai,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua I DPRD Kota Metro Basuki meminta pemerintah memaksimalkan KTN untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 ketimbang merekrut tenaga relawan. Dimana Metro telah memiliki KTN ditiap kelurahan.
“Kita sudah ada KTN. Kemarin sudah gembar-gembor malah. Jangan sampai sekedar seremonial saja keberadaan KTN. Demikian dengan anggaran, agar pamong atau yang terlibat di KTN menjadi lebih semangat,” ujarnya. (Adi Herlambang)