Peran Akuntansi pada Usaha Jual Beli Bibit Tanaman Desta Hortikultura

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah IAIN Metro sedang memberikan edukasi dan pelatihan dalam pencatatan persediaan bibit. (Ist)

Tabikpun.com – Pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah IAIN Metro sebagai bentuk Tridharma perguruan tinggi. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan terjadi proses interaksi yang bersifat mutualisme antara stakeholders perguruan tinggi (mahasiswa) dan masyarakat (pelaku usaha).

Mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat untuk dapat memberikan masukkan kepada pelaku usaha terutama terkait dengan penerapan akuntansi dalam usaha. Harapannya, dengan adanya penerapan akuntansi oleh pelaku usaha dapat mengetahui arus keuangan usaha, membuat perencanaan terkait dengan estimasi pendapatan yang akan diperoleh serta biaya-biaya yang akan dikeluarkan, mempermudah akses untuk mendapatkan pinjaman, dimana laporan keuangan merupakan salah satu prasyaratnya, serta mempermudah dalam pengambilan keputusan. Manfaat bagi mahasiswa tentu saja dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam dunia usaha.

Usaha Desta Hortikultura merupakan usaha jual beli bibit tanaman yang didirikan pada tahun 2016, bertempat di Desa Gantiwarno 37 A, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Didirikan oleh pasangan suami istri, Sutarno dan Desi Sulistiarini.

Untuk saat ini Desta Hortikultura menyediakan kurang lebih 50 jenis bibit tanaman dengan berbagai macam varietas. Bibit tanaman tersebut seperti bibit buah kelengkeng, bibit buah alpukat, bibit buah nangka, bibit buah manggis, bibit bunga mawar, bibit tanaman skulen, dan lain-lain. Untuk pemasaran sendiri, Desta Hortikulutura telah memiliki jangkauan pasar yang cukup luas baik di dalam provinsi maupun luar Provinsi Lampung.

Pemasaran di luar Provinsi Lampung meliputi Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Desta Hortikultura adalah belum adanya pencatatan terkait dengan persediaan barang dagangan (bibit) yang masuk maupun keluar, pencatatan persediaan bibit ini sangat penting mengingat jual beli bibit merupakan core bisnis dari Desta Hortikultura.

Dengan adanya pencatatan dalam bentuk kartu persediaan misalnya akan lebih memudahkan pelaku usaha dalam mengontrol arus keluar masuknya bibit baik secara fisik maupun secara arus kas keuangan. Selain itu, secara fisik pelaku usaha dapat mengontrol kebutuhan persediaan bibit yang bisa dibandingkan dengan kebutuhan pasar.

Dibutuhkan SDM khusus yang memang dilatih dan diberikan pemahaman terkait dengan pencatatan terhadap persediaan bibit yang sederhana namun efektif dan efisien untuk diterapkan sehingga “mengugurkan” kesan bahwa akuntansi merupakan suatu proses yang rumit untuk diterapkan pada usaha kecil dan mikro.

Sebagai Bentuk Pengabdian Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah, IAIN Metro Lampung, Memberikan Edukasi dan Pelatihan dalam Pencatatan Persediaan Bibit.

Oleh: Tri Wahyuni

Redaksi TabikPun :