Bandar Lampung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Lokakarya Jurnalis Antikorupsi, di Hotel Whize Prime Bandar Lampung, Rabu (18/10/2017). Materi dibawakan anggota Dewan Pers Imam Wahyudi, Pemred Tempo.co Wahyu Dhiyatmika, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Abdul Basir.
Peserta lokakarya merupakan sejumlah wartawan dari media cetak, elektronik, dan online di Lampung. Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai gerakan antikorupsi dan tugas KPK kepada media sebagai mitra strategis dalam pemberantasan korupsi.
Pemateri pertama, Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi memaparkan terkait kerja jurnalis, kode etik, akuntabilitas, dan fokus peliputan yang harus memenuhi prinsip dipercaya. Ia menekankan, tanpa trust dari masyarakat media akan mati.
“Sebelum membuat sebuah berita, terlebih dulu tentukan tujuan kita apa. Apakah bermanfaat bagi masyarakat? Apakah menjadi informasi yang dibutuhkan masyarakat atau tidak. Harus berkualitas serta beretika. Usahakan narasumber yang berkompeten dan lebih dari satu,” jelasnya.
Jurnalis pun harus dapat menggali isu strategis yang menjadi persoalan bangsa dan daerah. Tidak melulu menyajikan informasi yang hanya bertujuan untuk menarik minat pembaca.
”Sering sekali saya membaca berita yang sifatnya hanya untuk menaikan traiffic saja. Biasa yang berbau pelecehan atau seks. Boleh-boleh saja, tetapi jangan berlebihan. Sajikan informasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Misal, jika pembaca membaca berita itu dia terhindar dari kematian. Seperti berita potensi bencana alam, marak pembegalan, atau pembangunan yang tidak merata,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bagian Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha menjelaskan kegiatan yang pertama kali digelar di Bumi Ruwa Jurai ini bertujuan berbagi ilmu kepada insan pers di Lampung tentang KPK. Sebab, pekerjaan institusi itu dengan jurnalis memiliki kesamaan, yaitu mencari kebenaran dan fakta.
“Kami ingin berbagi tentang bagaimana cara KPK menangani perkara dan jurnalis mencari kebenaran untuk pemberitaan. Sebenarnya itu punya kesamaan dan itu yang dicoba untuk didiskusikan. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan dari sisi pemberitaan agar media bisa memberikan informasi yang akurat dan tepat,” tutupnya. (Ga)